Misteri Penjara Gulag Era Uni Soviet yang Mengerikan

Rabu, 16 Maret 2022 - 09:12 WIB
loading...
Misteri Penjara Gulag...
Penjaga gulag di era Uni Soviet terkenal mengerikan. Foto/gulaghistory.org
A A A
MOSKOW - Gulag adalah kamp penjara untuk masyarakat umum di era Uni Soviet. Nama Gulag merupakan akronim dari Glavnoye Upravleniye Ispavitelno-Trudovykh Lagerey atau Kepala Administrasi Kamp Kerja Pemasyarakatan.

Penjara Gulag dibuat di era pemerintahan Joseph Stalin. Jutaan orang telah dimasukkan ke dalamnya karena dianggap sebagai musuh negara, musuh Stalin, serta yang menunjukkan kecenderungan individualistis.

Awalnya, penjara ini menampung 765 orang. Di kemudian hari, jumlah tahanan mengalami penambahan dan menjadi masalah besar di Gulag.

Baca juga: Selamat Tinggal Petrodolar? Arab Saudi Terima Yuan China untuk Pembelian Minyak

Pada 1888, salah satu kamar tahanan diisi dengan 35 tahanan. Pada 1953, jumlah tahanan di penjara Gulag diperkirakan mencapai 2.625.000 orang.

Baca juga: Ukraina Kecam Langkah Tak Bersahabat Israel terhadap Warganya

Kematian di penjara Gulag ini menjadi hal yang biasa. Selain karena jumlah tahanan yang banyak, faktor cuaca yang sangat dingin serta fasilitas yang buruk menjadi penyebab umum kematian para tahanan.

Baca juga: Inggris Akan Minta Arab Saudi Kutuk Invasi Rusia terhadap Ukraina

Di dalam Gulag juga terdapat kamp khusus yang didirikan untuk pengembangan senjata atom.

Gulag merupakan penjara besar yang diisi oleh tahanan pria dan wanita. Kondisi ini membuat tahanan wanita memiliki risiko tinggi pemerkosaan dari para tahanan lain, termasuk sipir.

Peristiwa pemerkosaan sudah lazim di Gulag. Tahanan wanita kerap dipaksa untuk mencari “suami” di sana.

Lelaki tersebut akan melindungi para tahanan wanita dengan imbalan kenikmatan seksual. Jika menolak, wanita tersebut akan dipaksa berhubungan seksual dengan sipir.

Selain para wanita, anak-anak yang masuk dalam penjara Gulag menghadapi kondisi yang serupa. Tak jarang, mereka juga mendapat kekerasan.

Terkait pakaian, para tahanan hanya mendapat sedikit pakaian. Mereka cuma memperoleh 2-3 potong pakaian dalam setahun. Maka tidaklah heran apabila para tahanan ini kerap mengambil pakaian tahanan yang telah meninggal.

Peraturan tentang makan di Gulag juga terbilang mengerikan. Satu kelompok yang terdiri dari tiga orang hanya mendapat 140 gram roti gandum.

Untuk mengenyangkan perut, para tahanan kerap menangkap tikus sebagai tambahan makanan.

Selain menjalani masa hukuman, para tahanan di Gulag juga dipekerjakan untuk membangun Kanal Baltik Laut Putih, Kanal Sungai Volga, hingga Jalan Tol Kolyma.

Mereka diharuskan bekerja selama 14 jam. Karena beratnya medan dan didera putus asa, banyak tahanan yang membakar tangan serta tubuhnya.

Hal lain yang harus mereka hadapi adalah ketika tiba waktunya beristirahat. Mereka terpaksa tidur berjejalan.

Selain itu, para tahanan juga dihantui rasa takut lantaran gangster sering menjarah barang kepunyaan tahanan lain yang lebih lemah.

Di penjara Gulag, tidak semua para tahanan dihukum seumur hidup. Apabila tahanan telah menyelesaikan hukumannya, maka mereka akan mendapat kebebasannya.

Pada 1953, Josep Stalin meninggal dunia. Namun eksistensi penjara, yang memiliki kamp khusus untuk pengembangan senjata atom, itu tetap berlanjut.

Gulag terus beroperasi sampai tahun 1987. Hingga akhirnya, salah satu cucu korban kerasnya penjara Gulag mengeliminasi penjara tersebut.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
1 Anggota Pasukan Perdamaian...
1 Anggota Pasukan Perdamaian PBB Tewas, 2 Terluka Akibat Serangan Artileri di Lebanon
Elon Musk Selangkah...
Elon Musk Selangkah Lagi Jadi Triliuner Pertama di Dunia Lewat IPO SpaceX
Rekomendasi
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Isu Suap Bea Cukai, Hotman Paris: Bawa Buktimu!
Berita Terkini
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Infografis
Jurusan Kuliah yang...
Jurusan Kuliah yang Berpeluang Cepat Dapat Kerja di Era Digital
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved