Murka karena Tak Ditolong, Ukraina: Israel Takut pada Rusia!

Minggu, 13 Maret 2022 - 00:02 WIB
loading...
Murka karena Tak Ditolong,...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ukraina sebut Israel takut pada Rusia sehingga menolak membantu perjuangan Kiev. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Ukraina kembali meluapkan kemarahannya pada Israel karena tidak memberikan pertolongan dalam menghadapi invasi Rusia . Diplomat Kiev blakblakan menyebut negara Yahudi itu takut pada Moskow.

Ini luapan kemarahan Kiev untuk kesekian kalinya pada Israel dengan alasan yang sama.

Duta Besar Ukraina di Tel Aviv, Yevgen Korniychuk, mengatakan Israel tidak berbuat cukup untuk mendukung Kiev dengan memberikan bantuan pertahanan, menyerap pengungsi, dan mengambil sikap tegas terhadap Moskow.

Menurut Korniychuk, Presiden Volodymyr Zelensky tidak memahami penolakan Israel untuk menyediakan peralatan pertahanan, seperti helm dan jaket antipeluru, ke Ukraina.

Baca juga: Presiden Ukraina Zelensky Yahudi, Mengapa Israel Ogah Menolong?

“Saya, sebagai duta besar, mengerti, memahami posisi Israel," katanya di Pusat Kebudayaan Kedutaannya di Tel Aviv. "Tetapi presiden kamai tidak," lanjut dia, seperti dikutip Times of Israel, Sabtu (12/3/2022).

"Rusia memiliki beberapa pesawat terbang dan sistem anti-rudal di Suriah...dan Anda takut,” kata Korniychuk merujuk pada Israel.

"Dan pada saat yang sama, izinkan saya mengarahkan Anda pada negara-negara Baltik yang memiliki perbatasan bersama dengan Federasi Rusia. Dan mereka tidak peduli, mereka membawa semua yang mereka bisa ke Ukraina, mereka tidak takut,” sambung dia.

Israel telah memberikan bantuan kemanusiaan ke Ukraina, termasuk 100 ton peralatan medis dan peralatan untuk cuaca dingin yang diterbangkan dari Bandara Ben Gurion pekan lalu.

Namun, Tel Aviv telah berusaha untuk "berjalan di atas tali" untuk menjaga hubungan baik dengan Ukraina dan Rusia, yang terakhir mempertahankan kehadiran militer di Suriah dan sedang merundingkan kembalinya Iran ke kesepakatan nuklir.

Pekan lalu, Zelensky mengatakan bahwa hubungan dengan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett tidak buruk sama sekali, tetapi pemimpin Ukraina itu tidak berpikir bahwa Bennett “dibungkus dalam bendera Ukraina", mengacu pada gambar orang-orang Yahudi yang dilampirkan di spanduk Ukraina di Tembok Barat.

Korniychuk, bagian dari keluarganya saat ini berada di Ukraina, tampak putus asa dan mematahkan lapisan diplomatiknya untuk menyalahkan kepemimpinan Israel saat ini karena tidak mengambil tangan lebih aktif dalam mendukung Ukraina. "Jika Anda memiliki seseorang seperti Golda Meir atau Jabotinsky, hasilnya mungkin berbeda," imbuh dia, merujuk pada pemimpin Israel terdahulu.

Israel telah menunjuk pada posisi netralnya sebagai aset yang memungkinkan Bennett untuk membantu sebagai mediator antara Kiev dan Moskow, tetapi Korniychuk menolak itu sebagai alasan untuk tidak lebih aktif mendukung Ukraina, setelah invasi Rusia pada 24 Februari.

“Saya tidak berpikir ada eksklusivitas di sana atau peran atau posisi khusus [yang dipegang oleh] pemerintah Israel. Jadi, mengatakan bahwa, 'dengar, kami adalah mediator, itu sebabnya kami harus netral terhadap kedua belah pihak'. Itu bukan nama permainannya," kata Korniychuk.

Sebagai bagian dari mengambil posisi pro-Ukraina yang jelas, Korniychuk meminta pemerintah Israel untuk bergabung dengan sanksi yang dipimpin Barat yang dikenakan terhadap Rusia, dan pada perusahaan swasta Israel untuk mengakhiri bisnis mereka dengan rekan-rekan Rusia-nya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved