Banyak Turis Rusia di Indonesia Kehabisan Duit Akibat Sanksi Barat

Kamis, 10 Maret 2022 - 11:27 WIB
loading...
Banyak Turis Rusia di...
Pengunjung terlihat di kafe yang banyak dikunjungi warga Rusia di Badung, Bali, 8 Maret 2022. Foto/REUTERS/Sultan Anshori
A A A
BALI - Ketika turis Rusia Konstantin Ivanov mencoba menarik uang dari rekening banknya di mesin ATM di pulau Bali, Indonesia, transaksinya diblokir.

Sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap bank-bank Rusia atas invasinya ke Ukraina berdampak pada warganya di luar negeri.

Kini warga Rusia di berbagai negara harus berjuang mencari uang tunai atau beralih ke transaksi kripto untuk tetap bertahan hidup.

"Ini telah menciptakan masalah besar bagi kami. Kami benar-benar kehilangan keuangan kami, seperti mereka telah benar-benar dibekukan dan kami tidak dapat menggunakannya sama sekali di sini," ungkap Ivanov (27) pada Reuters, Kamis (10/3/2022).

Baca juga: Ukraina: 9 Hari Pengepungan Mariupol Tewaskan 1.207 Warga Sipil

Dia mengungkap kemungkinan mencari pekerjaan di Indonesia.

Baca juga: Lowongan Kerja Tentara Bayaran di Ukraina Dibuka, Gajinya Rp29 Juta Per Hari

Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia di ibu kota Jakarta tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait warganya yang terlantar akibat sanksi Barat.

Baca juga: AS Terancam Pemadaman Listrik Bergilir Jika Rusia Setop Ekspor Uranium

Bali adalah tujuan liburan populer bagi ribuan turis Rusia yang berbondong-bondong ke pulau itu sebelum pandemi Covid-19.

Turis Rusia juga termasuk yang pertama datang ke Bali ketika perbatasan dibuka kembali sebagian tahun lalu.

Sekitar 1.150 warga Rusia masuk ke Indonesia pada Januari 2022, menurut data dari biro statistik.



Rifki Saldi Yanto, manajer kafe lokal, mengatakan dia telah melihat penurunan pelanggan dari Rusia dalam beberapa hari terakhir dan banyak dari mereka sekarang membayar dengan uang tunai daripada kartu kredit.

Tak hanya itu, lebih dari 7.000 orang Rusia terdampar di Thailand, tujuan pantai populer lainnya karena pembatalan penerbangan, mata uang rubel jatuh bebas, dan masalah pembayaran yang diblokir.

Ekonomi Rusia menghadapi krisis paling parah sejak jatuhnya Uni Soviet tahun 1991, setelah negara-negara Barat bergerak dalam beberapa hari terakhir untuk mengisolasinya dari sistem keuangan global.

Sistem pembayaran internasional SWIFT telah memutuskan beberapa bank Rusia dari jaringannya, sementara Visa dan Mastercard mengatakan mereka memblokir penggunaan luar negeri dari kartu mereka yang dikeluarkan oleh bank Rusia mulai 9 Maret.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
Rissa Hipnotis Penonton...
Rissa Hipnotis Penonton Musiczone Okezone di Sarinah, Hipdut Bikin Semua Ikut Bergoyang
Gempa Magnitudo 6,8...
Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Pulau Tahuna Sulut
Berita Terkini
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved