Perang Rusia dengan Ukraina Pecah, China Salahkan NATO
Kamis, 10 Maret 2022 - 03:31 WIB
loading...
Perang Rusia dan Ukraina pecah, China salahkan NATO. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BEIJING - Tindakan NATO yang dipimpin Amerika Serikat (AS) telah mendorong ketegangan antara Rusia dan Ukraina ke "titik puncak." Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian.
Pada jumpa pers harian, dia mendesak AS untuk menanggapi kekhawatiran China dengan serius dan menghindari merusak hak atau kepentingannya dalam menangani masalah Ukraina dan hubungan dengan Rusia.
Dia juga mengatakan China menentang sanksi dan pembatasan sepihak oleh AS, dan mendesak agar kebijakan Washington terhadap Ukraina dan Rusia tidak boleh merugikan hak serta kepentingan China.
"China akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk secara tegas membela hak-hak perusahaan dan individu China," kata Zhao seperti dikutip dari Channel News Asia,Kamis (9/3/2022).
Sebelumnya, Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo mengatakan kepada New York Times, perusahaan China yang menentang pembatasan AS terhadap ekspor ke Rusia dapat terputus dari peralatan dan perangkat lunak Amerika yang mereka butuhkan untuk membuat produk mereka.
Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Selasa, Raimondo mengatakan, AS pada dasarnya dapat "menutup" Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC) atau perusahaan China mana pun yang menentang sanksi AS dengan terus memasok chip dan teknologi canggih lainnya ke Rusia.
Pada jumpa pers harian, dia mendesak AS untuk menanggapi kekhawatiran China dengan serius dan menghindari merusak hak atau kepentingannya dalam menangani masalah Ukraina dan hubungan dengan Rusia.
Dia juga mengatakan China menentang sanksi dan pembatasan sepihak oleh AS, dan mendesak agar kebijakan Washington terhadap Ukraina dan Rusia tidak boleh merugikan hak serta kepentingan China.
"China akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk secara tegas membela hak-hak perusahaan dan individu China," kata Zhao seperti dikutip dari Channel News Asia,Kamis (9/3/2022).
Sebelumnya, Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo mengatakan kepada New York Times, perusahaan China yang menentang pembatasan AS terhadap ekspor ke Rusia dapat terputus dari peralatan dan perangkat lunak Amerika yang mereka butuhkan untuk membuat produk mereka.
Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Selasa, Raimondo mengatakan, AS pada dasarnya dapat "menutup" Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC) atau perusahaan China mana pun yang menentang sanksi AS dengan terus memasok chip dan teknologi canggih lainnya ke Rusia.
Lihat Juga :