Gagal Uji Tiga Kali Berturut-turut, Nasib Rudal Hipersonik AS Diragukan

Rabu, 09 Maret 2022 - 02:12 WIB
loading...
Gagal Uji Tiga Kali...
Gagal uji coba tiga kali berturut-turut, masa depan rudal hipersonik AS diragukan. Foto/airforcemag
A A A
WASHINGTON - Upaya Amerika Serikat (AS) untuk mengejar ketinggalan dari Rusia dan China dalam mengembangkan senjata hipersonik dapat mengalami kemunduran. Itu terjadi setelah rudal Lockheed Martin Corp yang diluncurkan dari udara mengalami kegagalan dalam uji coba untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Kenyataan ini memicu kekhawatiran di Pentagon dan Kongres bahwa senjata itu tidak akan memenuhi tenggat waktu untuk memulai produksi sistem senjata hipersonik siap tempur sebelum 30 September.

Air-Launched Rapid Response Weapon (ARRO) adalah rudal hipersonik luncur yang diharapkan akan diterjunkan dari pembom strategis B-52H Stratofortress dan B-1 Lancer. Spesifikasinya mencakup jangkauan operasional 1.600 km dan kecepatan terbang maksimum sekitar Mach 20. Dilaporkan bahwa ARRO juga bisa dibawa oleh jet tempur F-15.



Tiga tes yang dilakukan pada bulan April, Juli dan Desember berakhir dengan kegagalan, yang menyebabkan kekhawatiran bahwa rudal tersebut mungkin tidak siap pada batas waktu September.

Seorang juru bicara departemen penelitian dan teknik Pentagon mengatakan kepada Bloomberg bahwa sementara direkturnya mendukung upaya agresif Angkatan Udara untuk mempercepat pembuatan, tenggat waktu 30 September adalah jadwal yang sangat agresif.

Legislator Jim Cooper, ketua Sub-komite DPR AS untuk Pasukan Strategis, juga meragukan program tersebut.

“AS memiliki banyak hal yang harus dilakukan dengan China. Dibutuhkan lebih dari siaran pers 30 September untuk mendapatkan kembali keunggulan yang telah kita sia-siakan sejak tahun 1970-an,” katanya seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (9/3/2022).

Anggota parlemen AS itu menekankan bahwa program hipersonik AS secara umum membutuhkan lebih banyak pendanaan, keunggulan teknik, dan pengujian cepat untuk memulai paritas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
Prajurit Angkatan Laut...
Prajurit Angkatan Laut AS Tewas Ditembak Temannya di Kapal Induk USS John F Kennedy
Rekomendasi
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
Berita Terkini
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved