Rusia Tak Hadir di Sidang Mahkamah Internasional PBB

Senin, 07 Maret 2022 - 23:18 WIB
loading...
Rusia Tak Hadir di Sidang...
Rusia Tak Hadir di Sidang Mahkamah Internasional PBB. FOTO/Republic World
A A A
DEN HAAG - Rusia menolak menghadiri sidang di Pengadilan Tinggi PBB, Den Haag, Belanda, Senin (7/3/2022). Sebelumnya, Kiev telah mengajukan kasus mendesak di Mahkamah Internasional (ICJ) pada 27 Februari, dengan mengatakan bahwa Rusia secara ilegal membenarkan perangnya dengan tuduha npalsu genosida di wilayah Donetsk dan Lugansk.

"Pengadilan menyesalkan tidak hadirnya Federasi Rusia dalam proses lisan ini," kata Presiden Pengadilan Internasional Joan Donoghue, seperti dikutip dari AP.

Baca: Mengapa Israel dan Rusia Mendapat Sanksi Berbeda dari Barat? Ini Alasannya

Perwakilan Ukraina di pengadilan di Den Haag, Anton Korynevych, mengkritik Rusia karena tidak hadir di markas Istana Perdamaian ICJ.

"Fakta bahwa kursi Rusia kosong berbicara keras. Mereka tidak ada di sini di pengadilan ini. Mreka berada di medan perang, mengobarkan perang agresif melawan negara saya. Beginilah cara Rusia menyelesaikan perselisihan,” katanya.

Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk Belanda, Alexander Shulgin, menulis ke pengadilan dan "menunjukkan bahwa pemerintahnya tidak berniat untuk berpartisipasi".

Kiev mengajukan kasus mendesak di ICJ pada 27 Februari, dengan mengatakan bahwa Rusia secara ilegal membenarkan perangnya dengan tuduhan palsu genosida di wilayah Donetsk dan Luhansk Ukraina.

Baca: Letnan Rusia yang Ditangkap Ukraina: Saya Merasa Malu...

Ukraina telah meminta pengadilan untuk mengambil tindakan sementara yang memerintahkan Rusia untuk "segera menangguhkan operasi militer", sambil menunggu keputusan penuh yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Korynevych menambahkan bahwa pengadilan "memiliki tanggung jawab untuk bertindak". "Rusia harus dihentikan, dan pengadilan memiliki peran untuk menghentikan itu," katanya.



Setelah Kiev mengajukan kasus, Mahkamah Internasional mengambil langkah yang tidak biasa dan mengeluarkan "komunikasi mendesak" ke Rusia pada 1 Maret. Mahkamah Internasional meminta Rusia untuk "bertindak sedemikian rupa" sehingga perintah apa pun harus berlaku dengan cepat.

Sidang dua hari di markas besar Istana Perdamaian ICJ akan dimulai dengan Ukraina berbicara pada hari Senin pukul 9 pagi GMT (5 sore, waktu Singapura). Rusia sendiri dijadwalkan untuk memberikan tanggapan pada Selasa (8/3/2022).
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Menlu Iran kepada AS:...
Menlu Iran kepada AS: Pergi dari Wilayah Kami jika Anda Ingin Selamat!
Rekomendasi
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Solusi Cerdas Berlibur:...
Solusi Cerdas Berlibur: Perjalanan Nyaman dengan Layanan Paylater
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved