Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya

Selasa, 09 Juni 2026 - 12:21 WIB
loading...
Jet Tempur Masa Depan...
Jet tempur masa depan untuk menggantikan Rafale dan Eurofighter gagal terwujud. Foto/X/@DefenseMirror
A A A
PARIS - Proyek ini dipandang sebagai ujian penting upaya Eropa untuk bekerja lebih erat di bidang pertahanan karena mereka berupaya menampilkan front persatuan dalam menghadapi Rusia yang bermusuhan di saat hubungan dengan Amerika Serikat memburuk.

Prancis dan Jerman mengatakan bahwa mereka telah sepakat untuk membatalkan program pesawat tempur gabungan karena ketidaksepakatan antara perusahaan yang terlibat, yang merupakan pukulan bagi upaya Eropa untuk meningkatkan kerja sama pertahanan.

Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya

1. Jet Tempur Masa Depan Akan Menggantikan Rafale dan Eurofigther

Melansir Euro News, Program Future Combat Air System (FCAS) diluncurkan pada tahun 2017 untuk menggantikan jet Rafale Prancis dan pesawat Eurofighter yang digunakan oleh Jerman dan Spanyol.

Program ini akan dilengkapi dengan drone, sensor, dan sistem komunikasi digital yang dirancang untuk beroperasi bersama dalam medan pertempuran yang terhubung jaringan.



Proyek ini dipandang sebagai ujian penting bagi upaya Eropa untuk bekerja lebih erat di bidang pertahanan, karena mereka berupaya menampilkan front persatuan dalam menghadapi Rusia yang bermusuhan di saat hubungan dengan Amerika Serikat memburuk.

2. Perselisihan antara Dassault Aviation dan Airbus

Namun, program bernilai miliaran dolar ini dilanda perselisihan antara perusahaan-perusahaan yang terlibat: Dassault Aviation dari Prancis dan Airbus, yang mewakili Jerman dan Spanyol.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
Daftar Lengkap Juara...
Daftar Lengkap Juara Piala Dunia dari 1930 hingga 2026, Negara Mana yang Terbanyak?
Rekomendasi
Raih Doktor di Unair,...
Raih Doktor di Unair, Pangi Chaniago Tawarkan Model Baru Jelaskan Split Ticket Voting di Indonesia
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Yusril Sebut KPK Bisa...
Yusril Sebut KPK Bisa Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah
Berita Terkini
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Infografis
10 Film dan Acara TV...
10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved