Terus Melawan, Putin Sebut Masa Depan Ukraina dalam Bahaya
Minggu, 06 Maret 2022 - 14:19 WIB
loading...
A
A
A
Pejabat Ukraina mengatakan tembakan artileri dan serangan udara Rusia telah mencegah warga pergi sebelum evakuasi yang disepakati berlangsung. Putin menuduh Ukraina menyabotase upaya tersebut.
Baca juga: Rusia Terus Tembaki Kota Mariupol, Evakuasi Warga Sipil Ditunda
Pertemuan sebelumnya diadakan di Belarus dan mengarah pada kesepakatan gencatan senjata yang gagal untuk menciptakan koridor kemanusiaan untuk evakuasi anak-anak, wanita dan orang tua dari kota-kota yang terkepung, di mana apotek telah kosong, ratusan ribu menghadapi kekurangan makanan dan air, dan yang terluka telah telah menyerah pada luka mereka.
Dalam komentar yang disiarkan televisi Ukraina, Walikota Mariupol Vadym Boychenko mengatakan ribuan penduduk telah berkumpul untuk keluar kota dengan aman ketika penembakan dimulai Sabtu.
“Kami menghargai kehidupan setiap penduduk Mariupol dan kami tidak dapat mengambil risiko, jadi kami menghentikan evakuasi,” katanya.
Kantor hak asasi manusia PBB mengatakan setidaknya 351 warga sipil telah dipastikan tewas sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, tetapi jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi. Militer Rusia, yang tidak memberikan pembaruan rutin tentang korban, mengatakan pada hari Rabu bahwa 498 tentaranya telah tewas.
Baca juga: PBB Konfirmasi 351 Kematian Warga Sipil di Ukraina
Baca juga: Rusia Terus Tembaki Kota Mariupol, Evakuasi Warga Sipil Ditunda
Pertemuan sebelumnya diadakan di Belarus dan mengarah pada kesepakatan gencatan senjata yang gagal untuk menciptakan koridor kemanusiaan untuk evakuasi anak-anak, wanita dan orang tua dari kota-kota yang terkepung, di mana apotek telah kosong, ratusan ribu menghadapi kekurangan makanan dan air, dan yang terluka telah telah menyerah pada luka mereka.
Dalam komentar yang disiarkan televisi Ukraina, Walikota Mariupol Vadym Boychenko mengatakan ribuan penduduk telah berkumpul untuk keluar kota dengan aman ketika penembakan dimulai Sabtu.
“Kami menghargai kehidupan setiap penduduk Mariupol dan kami tidak dapat mengambil risiko, jadi kami menghentikan evakuasi,” katanya.
Kantor hak asasi manusia PBB mengatakan setidaknya 351 warga sipil telah dipastikan tewas sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, tetapi jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi. Militer Rusia, yang tidak memberikan pembaruan rutin tentang korban, mengatakan pada hari Rabu bahwa 498 tentaranya telah tewas.
Baca juga: PBB Konfirmasi 351 Kematian Warga Sipil di Ukraina
(ian)
Lihat Juga :