Korea Utara Konfirmasi Lakukan Uji Coba Satelit Mata-mata
Minggu, 06 Maret 2022 - 10:58 WIB
loading...
A
A
A
Para ahli percaya Korut menembakkan rudal balistik yang membawa kamera untuk melakukan tes yang dijelaskan dalam laporan KCNA. Senin lalu, Korut mengatakan telah menguji kamera yang dirancang untuk ditempatkan pada satelit pengintai dan merilis foto-foto Bumi berbasis ruang angkasa, sehari setelah para pesaingnya mengatakan mereka melakukan peluncuran rudal balistik.
Baca juga: Rezim Kim Jong-un Tembakkan Rudal Korut, Ke-9 sejak Awal Tahun
Satelit mata-mata adalah salah satu dari daftar panjang sistem senjata baru yang pemimpin Korut Kim Jong-un telah janjikan untuk diperkenalkan guna mengatasi apa yang dia sebut permusuhan AS.
Untuk mengoperasikan satelit pengintai, Korut harus meluncurkan roket jarak jauh untuk membuatnya mengorbit. Tetapi PBB melarang peluncuran semacam itu karena menganggapnya sebagai kedok untuk menguji teknologi rudal jarak jauh.
Tidak jelas apakah Korut telah mengembangkan kamera yang cukup mumpuni untuk dipasang pada satelit mata-mata, karena foto satelit yang dirilis negara itu pada Senin lalu tidak menyertakan citra resolusi tinggi.
Korut menempatkan satelit pertama dan kedua ke orbit pada 2012 dan 2016, tetapi beberapa ahli asing mengatakan tidak ada yang mengirimkan citra apa pun kembali ke Korut.
Baca juga: Rezim Kim Jong-un Tembakkan Rudal Korut, Ke-9 sejak Awal Tahun
Satelit mata-mata adalah salah satu dari daftar panjang sistem senjata baru yang pemimpin Korut Kim Jong-un telah janjikan untuk diperkenalkan guna mengatasi apa yang dia sebut permusuhan AS.
Untuk mengoperasikan satelit pengintai, Korut harus meluncurkan roket jarak jauh untuk membuatnya mengorbit. Tetapi PBB melarang peluncuran semacam itu karena menganggapnya sebagai kedok untuk menguji teknologi rudal jarak jauh.
Tidak jelas apakah Korut telah mengembangkan kamera yang cukup mumpuni untuk dipasang pada satelit mata-mata, karena foto satelit yang dirilis negara itu pada Senin lalu tidak menyertakan citra resolusi tinggi.
Korut menempatkan satelit pertama dan kedua ke orbit pada 2012 dan 2016, tetapi beberapa ahli asing mengatakan tidak ada yang mengirimkan citra apa pun kembali ke Korut.
Lihat Juga :