Negosiator Kiev-Moskow Tewas Ditembak, Diduga Dihabisi Agen Keamanan Ukraina

Sabtu, 05 Maret 2022 - 23:05 WIB
loading...
Negosiator Kiev-Moskow...
Anggota delegasi Ukraina bernama Denis Kireev tewas ditembak kepalanya. Foto/spynews.ro
A A A
KIEV - Sumber di Ukraina mengklaim seorang anggota delegasi yang dikirim Kiev untuk terlibat dalam pembicaraan dengan Moskow awal pekan ini tewas pada Sabtu (5/3/2022).

Klaim pertama tentang kematian anggota delegasi bernama Denis Kireev datang dari Aleksandr Dubinsky, anggota parlemen dan jurnalis yang kontroversial.

Dalam posting di media sosial, dia mengklaim Kireev telah dibunuh oleh agen SBU, dinas keamanan Ukraina, saat dalam upaya untuk menangkapnya.

Baca juga: Presiden Ukraina Zelensky Sangkal Kabur: Saya di Kiev, Tak Ada yang Melarikan Diri

Pernyataan itu kemudian dikonfirmasi oleh dua media, Ukraina.ua dan Obozrevatel, yang keduanya mengutip sumber anonim mereka sendiri.

Baca juga: Presiden Ukraina Zelensky Diduga Lari ke Polandia, Sembunyi di Kedubes AS

Ukraina.ua menerbitkan foto yang sebagian kabur dari apa yang diklaim sebagai tubuh pria itu.

Baca juga: Intel Rusia: Para Teroris Dikirim ke Donbass, Dilatih di Pangkalan Al-Tanf AS

Gambar itu menunjukkan seseorang berbaring di trotoar menghadap ke atas dengan apa yang tampak seperti darah di wajahnya dan menggenang di bawah kepala.

Tidak ada komentar dari pejabat Ukraina yang tersedia pada pukul 4 sore waktu setempat pada hari Sabtu.

Deskripsi yang lebih dramatis tentang apa yang diduga terjadi diterbitkan Anatoly Sharij, seorang politisi dan jurnalis Ukraina.

Dia mengklaim Kireev "dieksekusi dengan tembakan di kepala" di dekat gedung pengadilan di Kiev.



Kireev, yang memiliki latar belakang perbankan, difoto duduk di ujung kanan meja perundingan bersama pejabat Ukraina lainnya selama putaran pertama pembicaraan damai dengan Rusia pada hari Senin.

Untuk beberapa alasan, daftar resmi enam perwakilan yang dirilis Kiev ke media tidak mencantumkan namanya, sehingga statusnya selama pembicaraan masih belum jelas.

Bulan lalu, Saluran 5 TV Ukraina mengklaim bahwa Kireev telah diselidiki SBU karena diduga memiliki hubungan dengan dinas intelijen Rusia setidaknya sejak 2020.

Diduga penyelidikan telah dibatalkan karena dia memiliki koneksi pribadi di badan SBU tersebut.

Masih belum jelas apakah laporan tentang Kireev yang ditayangkan di saluran tersebut, yang dimiliki mantan presiden Ukraina Petro Poroshenko, merupakan bagian dari kampanye publisitas negatif yang dilakukan terhadapnya.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
AS Tak Akan Usik Program...
AS Tak Akan Usik Program Rudal Balistik Iran dalam Perundingan
Rekomendasi
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Rossa Umumkan Asuh Anak...
Rossa Umumkan Asuh Anak Perempuan, Warganet Ikut Terharu
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved