Pemimpin Chechnya pada Putin: Perintahkan Kami Rebut Kota-kota Ukraina

Sabtu, 05 Maret 2022 - 05:15 WIB
loading...
Pemimpin Chechnya pada...
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov. Foto/sputnik
A A A
GROZNY - Jika Presiden Rusia Vladimir Putin ingin segera mengakhiri operasi militer negaranya di Ukraina, dia harus memberi lampu hijau kepada pasukan Chechnya untuk merebut kota-kota besar negara Eropa Timur itu.

Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov mengungkapkan itu pada Jumat (4/3/2022). Dia meminta tentara Chechnya diberi lampu hijau untuk merebut kota-kota di seluruh Ukraina.

“Beri perintah kepada pejuang kami untuk merebut Kharkov, Kiev, dan semua kota lainnya dengan cepat, akurat, dan efisien,” desak dia.

Baca juga: Presiden Ukraina Zelensky Diduga Lari ke Polandia, Sembunyi di Kedubes AS

“Kawan Presiden, Kamerad Panglima Tertinggi, saya telah mengatakan lebih dari sekali bahwa saya adalah prajurit infanteri Anda, saya siap memberikan hidup saya untuk Anda,” tegas Kadyrov.

Baca juga: Ukraina Desak Rusia Didepak dari Kursi Dewan Keamanan PBB, Ini Kata AS

“Tapi saya tidak bisa melihat bagaimana para pejuang kita sekarat. Saya mohon Anda menutup mata terhadap segala sesuatu dan membiarkan mereka menyelesaikan dalam satu atau dua hari apa yang terjadi di sana,” papar dia.

Baca juga: Intel Rusia: Para Teroris Dikirim ke Donbass, Dilatih di Pangkalan Al-Tanf AS

Menurut Kadyrov, “Hanya ini yang akan menyelamatkan negara dan rakyat kita.”

"Saya meminta Anda untuk memberi para pejuang kami kesempatan membuktikan diri mereka sepenuhnya, untuk memberi mereka kesempatan menggunakan semua kekuatan mereka yang mungkin dan tidak mungkin untuk menyelesaikan ini sekali dan untuk selamanya," pinta dia.



Menanggapi permintaan Kadyrov, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Putin sedang mempertimbangkan semua opsi ketika menyangkut kampanye militer Rusia di Ukraina.

“Bukan kompetensi saya untuk mengomentari pertanyaan seni militer. Panglima menerima informasi, termasuk tentang proposal tersebut. Dan terserah dia untuk memutuskan bagaimana melakukan operasi khusus,” ujar dia.

Kadyrov sebelumnya telah menyatakan Chechnya bersedia mengirim sukarelawan dari wilayah tersebut ke zona pertempuran paling berbahaya di Ukraina untuk berperang bahu-membahu dengan Angkatan Darat Rusia.



Menurut kepala republik, saat ini ada 12.000 tentara Chechnya di Ukraina.

Putin memerintahkan penyerangan ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Menurut Kremlin, tujuan intervensi adalah “untuk melindungi orang-orang (Donbass) yang telah disiksa selama delapan tahun oleh rezim Ukraina.”

Itu terjadi setelah permintaan dari para pemimpin Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri untuk bantuan dalam memerangi apa yang mereka klaim sebagai peningkatan "agresi" dari angkatan bersenjata Kiev.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved