Bencana Nuklir Bisa Terjadi, Warga Ukraina Blokade Jalan ke PLTN Terbesar di Eropa

Kamis, 03 Maret 2022 - 06:22 WIB
loading...
Bencana Nuklir Bisa...
Ratusan orang memblokade jalan utama menuju kota Enerhodar, selatan PLTN Zaporizhzhia, Ukraina. Foto/the telegraph
A A A
KIEV - Warga Ukraina telah memblokade jalan menuju pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terbesar di Eropa yang ada di negara itu.

Rusia memperingatkan tindakan itu berisiko memicu bencana Chernobyl lainnya saat pasukan bergerak maju di daerah tersebut.

Rekaman video yang diposting di media sosial menunjukkan warga Ukraina membangun penghalang jalan darurat dengan truk, mobil bekas, dan tumpukan ban.

Baca juga: 498 Prajurit Rusia Tewas dan 2.870 Tentara Ukraina Gugur dalam Perang

Ratusan orang terekam sedang berkumpul di jalan utama menuju kota Enerhodar, tepat di sebelah selatan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang besar.

Baca juga: Hillary Clinton Samakan Ukraina dengan Afghanistan, Saat AS Beri Senjata Mujahidin

Klip, yang diambil dari drone, juga menunjukkan barikade panjang karung pasir yang dipasang melintasi jalur kereta api dan jalan paralel yang diyakini mengarah ke kota.

Baca juga: Peringatan Keras Rusia: Perang Dunia Ketiga Pakai Nuklir dan Jadi Bencana

Gambar-gambar pertahanan dirilis ketika Penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina Anton Gerashchenko memperingatkan bahwa baku tembak yang akan datang di sekitar Enerhodar dapat berujung pada amunisi yang secara tidak sengaja mengenai PLTN Zaporizhzhia.

Namun, Rusia mengklaim bahwa militernya telah menguasai daerah sekitar PLTN di sungai Dnieper di tenggara Ukraina saat mereka bergerak dari selatan negara itu.



Tapi Geraschenko meminta jenderal Rusia untuk melewati Zaporizhzhia di utara PLTN, mengklaim bahwa kemungkinan pertempuran sengit di daerah itu dapat mengakibatkan kecelakaan nuklir.

Menulis di halaman Facebook-nya, dia berkata, “Karena kegilaan Putin, Eropa kembali berada di ambang bencana nuklir. Kota di mana pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa berada sedang mempersiapkan pertempuran dengan penjajah.”

“Kecelakaan bisa terjadi seperti di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl atau pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima. Jenderal Rusia, pikirkan lagi! Radiasi tidak mengenal kebangsaan, (itu) tidak mengasihi siapa pun!” tegas dia.

Pembangkit nuklir Zaporizhzhia diyakini sebagai reaktor nuklir terbesar di Eropa, serta di antara 10 besar terbesar di dunia.

PLTN itu aktif pada pertengahan tahun delapan puluhan. Terdiri dari enam dari 15 reaktor Ukraina, pembangkit ini menghasilkan hampir setengah dari listrik negara itu.

PLTN itu juga memiliki depot penyimpanan untuk bahan bakar nuklir bekas.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir global, mengatakan telah menerima surat dari Rusia yang mengatakan personel di pabrik Zaporizhzhia melanjutkan "pekerjaan mereka dalam menyediakan keselamatan nuklir dan memantau radiasi dalam mode operasi normal."

Surat itu menambahkan, "Tingkat radiasi tetap normal."

Sementara serangan langsung ke pembangkit tidak mungkin terjadi, para ahli juga menyuarakan keprihatinan bahwa keselamatan dapat dikompromikan atau risiko kecelakaan akan meningkat, baik jika staf kesulitan mencapai pembangkit atau ada gangguan berkepanjangan pada pasokan listrik yang diperlukan untuk menjaga batang bahan bakar tetap dingin.

Pembangkit listrik tenaga nuklir memiliki generator diesel sebagai catu daya cadangan, mereka juga mengandalkan pengiriman bahan bakar, yang dapat terganggu selama pertempuran sengit.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengakui "sangat prihatin" tentang aktivitas militer di dekat PLTN itu.

“Ini adalah pertama kalinya konflik militer terjadi di tengah fasilitas program nuklir yang besar dan mapan,” ungkap dia.



Rusia telah menguasai pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl yang dinonaktifkan, tempat bencana nuklir terburuk di dunia pada 1986. Hal ini menyebabkan kementerian luar negeri Ukraina memperingatkan kemungkinan "bencana ekologis lain".

Tingkat radiasi normal di daerah itu sedikit meningkat, tampaknya karena aktivitas militer di daerah itu mengganggu tanah yang sudah tercemar radiasi.

IAEA mengatakan mereka telah menerima permintaan dari Ukraina untuk "memberikan bantuan segera dalam mengkoordinasikan kegiatan yang berkaitan dengan keselamatan" Chernobyl dan situs lainnya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
10 Fakta Menarik Spanyol...
10 Fakta Menarik Spanyol Pecundangi Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
Konflik Makin Panas,...
Konflik Makin Panas, AS Kerahkan Bom Nuklir Modern ke Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved