Mengapa Vladimir Putin Lama Menjabat Sebagai Presiden Rusia?

Kamis, 03 Maret 2022 - 06:15 WIB
loading...
Mengapa Vladimir Putin...
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Vladimir Putin telah menjabat sebagai Presiden Rusia selama lebih dari 20 tahun. Putin telah menandatangi amandemen konstitusi baru yang membuatnya bisa membuatnya menjabat sampai 2036.

Amandemen tersebut juga mencakup keutamaan hukum Rusia tentang norma-norma internasional dengan larangan pernikahan sesama jenis dan”kepercayaan pada Tuhan” sebagai inti.

Pada konstitusi sebelumnya, Putin diminta mengundurkan diri pada tahun 2024 setelah menyelesaikan jabatannya selama hampir dua dekade, meskipun Putin sendiri belum tahu apakah dia akan mencalonkan lagi pada Pilpres Rusia 2024.

Lalu bagaimana Putin bisa menjadi Presiden dengan masa jabatan yang sangat lama? Berikut adalah faktanya.

1. Mantan Anggota KGB

Dilansir dari BBC, sebelum menjadi orang nomor satu Rusia, dulunya Putin adalah anggota intelijen KGB.

Dia bertugas di Dresden, Jerman Timur, saat terjadi Revolusi 1989 atau Kejatuhan Komunisme yang menyebabkan ribuan massa melayangkan protes hingga meruntuhkan Tembok Berlin dan Tirai Besi.

Putin mengambil sebuah langkah yang terbilang berani dengan membakar dokumen-dokumen KGB, yang dianggap bisa menjatuhkan Rusia pada masa itu.

Terlebih markas KGB telah diserbu oleh massa pada Desember 1989. Seorang penulis biografi Vladimir Putin asal Jerman, Boris Reitschuster, mengungkapkan bahwa Rusia saat ini bisa saja “berbeda” bila kala itu Putin tidak ditempatkan di Jerman Timur.

Karier politik Putin dimulai saat dia kembali ke kampung halamannya, St Petersburg. Dia menjadi Penasihat Wali Kota Anatoly Sobchak pada divisi Hubungan Internasional.

Putin menjabat banyak posisi legislatif di pemerintahan St Petersburg hingga 1996. Sebelum akhirnya Putin pindah ke ibu kota Rusia, Moskow.

Di Moskow, Putin diangkat sebagai Wakil Kepala Departemen Manajamen Properti sampai 1997, menjadi wakil Staf Kepresidenan selama 1997-1998.

Kariernya semakin cemerlang saat Presiden Rusia Boris Yeltsin menunjuknya sebagai Direktur FSB. Tidak sampai di sana, Putin menjabat sebagai Perdana Menteri Rusia.

Presiden Boris Yeltsin mengundurkan diri pada malam baru tahun 2000. Otomatis, Putin naik pangkat menjadi pelaksana tugas presiden sampai Rusia mengadakan pemilu di Maret 2000.

Dalam pemilu tersebut, Putin memenangkan satu putaran dengan 53% suara. Bahkan angkanya cenderung meningkat hingga 83%. Maka ketika Pilpres tahun 2004, Putin dilantik sebagai Presiden Rusia dengan perolehan 71% suara.

2. Perubahan Konstitusional

Putin menjabat sebagai presiden periode pertama tahun 2004 sampai 2008. Kemudian dia menunjuk Perdana Menteri Dmitry Medvedev maju sebagai presiden.

Pada masa itu, Rusia memberlakukan UU bahwa pejabat tidak boleh menjabat selama 3 periode berturut-turut.

Dan pada masa pemerintahan Dmitry, dia mengajukan “perubahan konstusional” untuk mengubah jabatan presiden menjadi 6 tahun, dari semula 4 tahun.

Dmitry melantik Putin menjadi Perdana Menteri, yang ketika Dmitry turun jabatan, Putin maju menggantikan Dmitry.

Dominasi inilah yang membuat Putin lagi-lagi menjadi orang “berkuasa” di Rusia. Pada pemilu 2012, Putin terpilih menjadi Presiden Rusia kedua kalinya, begitu pula di pilpres 2018.

Maka, pada pilpres 2024 nanti, mari kita lihat apakah Vladimir Putin akan kembali mempertahankan kekuasaannya sebagai Presiden Rusia seumur hidup?

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Didemo atas Tuduhan...
Didemo atas Tuduhan Korupsi, Presiden Serbia Vucic Umumkan Akan Mundur
Rekomendasi
Argentina Tundukkan...
Argentina Tundukkan Yordania 3-1, Messi Langsung Cetak Gol usai Masuk sebagai Pemain Pengganti
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Superkomputer LineShine...
Superkomputer LineShine China Raih Status Superkomputer Tercepat di Dunia
Berita Terkini
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Infografis
Vladimir Putin: Rusia...
Vladimir Putin: Rusia Segera Habisi Militer Ukraina!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved