Invasi Masuki Hari Ketujuh, Zelensky: Rusia Ingin Menghapus Kami

Rabu, 02 Maret 2022 - 16:57 WIB
loading...
Invasi Masuki Hari Ketujuh,...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berpose setelah wawancara dengan Reuters di Kyiv, Ukraina, 1 Maret 2022. Foto/CNA/Reuters/Umit Bektas
A A A
LVIV - Rusia bertujuan untuk menghapus Ukraina , sejarah dan rakyatnya. Hal itu dikatakan oleh Presiden Volodymyr Zelensky dalam sebuah video pada Rabu (2/3/2022) saat invasi Rusia memasuki hari ketujuh dimulai dengan penembakan berat di pelabuhan Laut Hitam Mariupol.

Moskow beralih ke serangan di kota-kota Ukraina pada hari Selasa dan tampak siap untuk maju ke Kiev ketika Barat memperketat jerat ekonomi di sekitar Rusia sebagai pembalasan.

Tapi Zelensky, yang tidak bercukur dan mengenakan kaos khaki, mengatakan respons Barat tidak cukup, menyerukan lebih banyak dukungan internasional, termasuk mendukung tawaran Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa.



"Ini bukan waktunya untuk bersikap netral," kata Zelenskyy, yang dengan nada menantang dan emosionalnya dalam pidato video regulernya telah mengajukan dukungan dan kepemimpinan negaranya dalam perang, yang katanya menewaskan hampir 6.000 tentara Rusia sejauh ini.

Merujuk pada serangan hari Selasa di Kiev di sebelah Babyn Yar - tempat pembantaian puluhan ribu orang Yahudi oleh pasukan pendudukan Jerman dan Ukraina pada Perang Dunia II - Zelenskyy mengatakan: "Serangan ini membuktikan bahwa bagi banyak orang di Rusia, Kiev kami benar-benar asing."

"Mereka tidak tahu apa-apa tentang Kiev, tentang sejarah kami. Tapi mereka semua memiliki perintah untuk menghapus sejarah kami, menghapus negara kami, menghapus kita semua," imbuhnya seperti dilansir dari Channel News Asia.

Baca juga: Ukraina Digempur Rusia, Negara Mana Saja yang Kirim Bantuan Militer?

Sementara itu pihak berwenang di Ukraina mengatakan pelabuhan Mariupol di Laut Azov tenggara Ukraina berada di bawah pengeboman terus-menerus dan tidak dapat mengevakuasi mereka yang terluka sementara Kherson, di Laut Hitam di sebelah barat, benar-benar dikepung oleh pasukan Rusia yang menyerang.

"Kita semua mati lagi oleh Babyn Yar. Meskipun dunia telah berjanji berulang kali bahwa itu tidak akan pernah terjadi lagi," kata Zelensky.

"Tidakkah Anda melihat apa yang terjadi? Itulah mengapa sangat penting sekarang bahwa Anda, jutaan orang Yahudi di seluruh dunia, tidak tinggal diam. Karena Nazisme lahir dalam keheningan. Berteriak tentang pembunuhan warga sipil, berteriak tentang pembunuhan warga Ukraina," ujarnya.

Baca juga: Siapkan Serangan Baru, Konvoi Militer Rusia Mengular 64 Km di Utara Kiev
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Berita Terkini
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved