Ukraina Tembak Jatuh 5 Pesawat dan 1 Helikopter Rusia di Luhansk

Kamis, 24 Februari 2022 - 21:21 WIB
loading...
Ukraina Tembak Jatuh...
Sejumlah jet tempur Rusia terbang di atas kota Kiev, Ukraina, pada 24 Februari 2022. Foto/twitter
A A A
DONBASS - Militer Ukraina mengklaim menembak jatuh lima pesawat dan satu helikopter Rusia di wilayah separatis Luhansk pada Kamis (24/2/2022).

Klaim itu setelah invasi Rusia di Ukraina yang mengakibatkan pengeboman besar-besaran di Kiev dan beberapa kota lainnya.



Di sisi lain, Rusia mengklaim berhasil menghancurkan pangkalan udara dan pertahanan udara Ukraina, karena penembakan besar-besaran berlanjut di kota-kota Ukraina.

Berita itu muncul ketika Putin mendeklarasikan "operasi militer khusus" di Ukraina pada dini hari Kamis pagi, setelah berbulan-bulan mengerahkan pasukannya di perbatasan.



Namun, Ukraina melawan seperti yang dikonfirmasi Presiden Volodymyr Zelensky.

Militer Ukraina mengatakan lima pesawat Rusia dan satu helikopter Rusia ditembak jatuh di wilayah Luhansk, menurut laporan Reuters.



Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan satu pesawat dilalap api yang dilaporkan dijatuhkan militer Ukraina.

Video tersebut menunjukkan asap tebal menyelimuti satu area di Luhansk. Rekaman video lainnya menunjukkan pesawat-pesawat Rusia terus-menerus terbang di atas Kiev dengan sirene pengeboman yang berbunyi.



Menurut layanan penjaga perbatasan Ukraina, militer Rusia telah melancarkan serangan ke negara itu dari Belarusia.

Menurut badan tersebut, pasukan Rusia meluncurkan rentetan serangan artileri sebagai bagian dari invasi yang didukung Belarusia.

Baca juga: Rusia Bom Kiev, Kharkiv, dan Odessa, Rebut Bandara Boryspil, Kepung Mariupol

Ukraina, di sisi lain, telah menerima senjata anti-tank modern serta beberapa drone dari sekutu NATO.

Baca juga: Rumania Kejar Jet Tempur Ukraina, Diduga Lari dari Perang Lawan Rusia

Lebih banyak senjata telah ditawarkan ketika sekutu mencoba mencegah atau setidaknya membuat serangan Rusia menjadi mahal.

Baca juga: Diserbu Rusia, Pasukan Ukraina Kocar-kacir Tinggalkan Posisinya

Sejak serangan Kamis pagi, lima kota telah dibom di Ukraina, termasuk Kyiv, Kharkiv, Odesa, Mariupol.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya membuat seruan emosional untuk perdamaian, yang sebagian besar disampaikan dalam bahasa Rusia.

"Anda diberitahu bahwa Ukraina dapat menjadi ancaman bagi Rusia. Dulu tidak seperti ini, sekarang tidak seperti ini dan tidak akan seperti ini di masa depan. Anda menuntut jaminan keamanan dari NATO. Kami juga menuntut jaminan keamanan kami, dari Anda, dari Rusia, dan penjamin lain dari memorandum Budapest," papar Zelenskyy dalam pidatonya di video.

Sejak Kamis pagi telah ada laporan tentang penembakan berat di pangkalan udara Ukraina. Rusia mengklaim telah menghancurkan semua pangkalan udara dan pertahanan udara Ukraina.

Menurut Sputnik, pertahanan udara Ukraina telah dinetralisir, menurut Kementerian Pertahanan Rusia.

"Infrastruktur militer pangkalan udara militer Ukraina telah dimatikan. Pertahanan udara angkatan bersenjata Ukraina telah dinetralisir," papar Kementerian Pertahanan Rusia.

Laporan yang belum dikonfirmasi mengklaim pasukan Rusia telah menghancurkan atau membuat angkatan laut Ukraina tidak dapat beroperasi, serta menguasai Bandara Boryspil di Kiev.

Rekaman di media sosial menunjukkan Pangkalan Angkatan Laut Ukraina di Odessa dilalap asap setelah dibom pesawat Rusia. Odessa adalah kota pelabuhan di Laut Hitam di Ukraina selatan.

Laporan yang belum dikonfirmasi di Twitter tampaknya menunjukkan pendaratan besar di laut oleh pasukan Rusia di pelabuhan Laut Hitam Odessa, yang melibatkan kapal pendarat besar dan helikopter sesaat sebelum pukul 6 pagi waktu setempat.

Rekaman itu muncul hanya setengah jam setelah Putin mengumumkan pasukan untuk pindah ke Ukraina.

Menyusul serangan di Kiev dan kota-kota lain, pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan negara itu sedang membangun koalisi anti-Putin untuk memerangi serangan militer di negara itu.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved