Putin Ungkap Sejauh Apa Pasukan Rusia Bisa Dikerahkan dalam Konflik Ukraina

Rabu, 23 Februari 2022 - 13:30 WIB
loading...
Putin Ungkap Sejauh...
Tentara Rusia mengendarai kendaraan amphibi multiguna MT-LB saat latihan di Rostov, Rusia, 20 Desember 2021. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Luasnya tindakan militer Rusia di Republik Donetsk dan Luhansk bergantung pada situasi yang berkembang di lapangan.

Pernyataan itu diungkapkan Presiden Rusia Vladimir Putin kepada wartawan pada Selasa (22/2/2022), setelah Senat memberinya hak mengerahkan pasukan ke luar negeri.

Berbicara kepada media beberapa menit setelah majelis tinggi parlemen Rusia mendukung permintaannya untuk penempatan militer, Putin menerima pertanyaan dari seorang jurnalis tentang seberapa jauh pasukan Moskow siap untuk pergi.

Baca juga: Gagal Rebut Donbass, Presiden Ukraina Zelensky Didesak Mundur

Dalam tanggapannya, Putin tidak mengkonfirmasi apakah pasukan Rusia telah diperintahkan ke Donbass, meskipun Barat mengklaim tentara Rusia sudah berada di wilayah tersebut.

Baca juga: Meme Kedubes AS di Ukraina Bikin Gerah Rusia, Cek Fakta Lengkapnya

Ketua Senat Rusia Valentina Matvienko sebelumnya menyarankan agar pasukan tersebut dapat mengambil peran sebagai penjaga perdamaian di Donbass.

Baca juga: Biden Umumkan Tahap Pertama Sanksi Baru Rusia, Hindari Senjata Makan Tuan

“Saya tidak mengatakan bahwa pasukan akan dikerahkan di sana segera setelah pertemuan kita,” papar Putin secara singkat dan padat.

Dewan Federasi Rusia memberi Putin hak menggunakan militer negara itu di luar negeri pada Selasa pagi (22/2/2022).

Matvienko mendukung pemungutan suara dengan saran bahwa, “Pasukan akan menciptakan kondisi normal bagi kehidupan masyarakat dan memastikan keamanan di Donbass.”

Kata-kata resolusi legislatif tidak spesifik dengan mengatakan, “Pasukan dapat digunakan sesuai dengan Konstitusi, dengan bidang kegiatan mereka, tujuan mereka, lama tinggal di luar Rusia akan diputuskan oleh presiden.”

Izin itu datang sehari setelah Moskow memilih mengakui Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Luhansk (LPR) yang memisahkan diri di timur Ukraina.

DPR dan LPR memisahkan diri dari Kiev pada 2014 setelah peristiwa Maidan dan kudeta yang didukung Barat.

Kremlin menegaskan langkah itu diperlukan untuk melindungi penduduk sipil, menuduh Kiev tidak menunjukkan kesediaan untuk mengakhiri konflik sipil selama bertahun-tahun melalui negosiasi dan malah memilih merebut kembali republik itu dengan paksa.

Kiev menyatakan pihaknya tidak berusaha menyerang wilayahnya sendiri, sementara pejabat tinggi dan media barat telah berulang kali mengklaim Rusia telah mempersiapkan “invasi” habis-habisan ke Ukraina.

Tuduhan itu ditolak Moskow sebagai "berita palsu" yang disebarkan media Barat.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved