Aksi Putin Tidak Dapat Dukungan dari Dewan Keamanan PBB

Rabu, 23 Februari 2022 - 01:01 WIB
loading...
A A A
“Invasi ke Ukraina melepaskan kekuatan perang, kematian dan kehancuran pada rakyat Ukraina,” ia memperingatkan.

Dia mendesak Dewan Keamanan untuk meminta Rusia menghentikan tindakan militer apa pun, mengutuk agresi terhadap negara berdaulat dan mempertahankan integritas teritorial Ukraina, dan menyerukan Rusia untuk menghormati kewajibannya berdasarkan Piagam PBB. Namun itu hampir tidak mungkin mengingat Rusia memiliki hak veto atas setiap tindakan dewan.

“Rusia telah membawa kita ke jurang,” kata Woodward. “Kami mendesak Rusia untuk mundur,” imbuhnya.

Dalam sambutan yang sangat singkat, Duta Besar China untuk PBB Zhang Jun tidak menyebutkan tindakan Rusia, dengan mengatakan semua pihak harus menahan diri, dan menghindari tindakan apa pun yang dapat memicu ketegangan.

Duta Besar Ukraina untuk PBB Sergiy Kyslytsya menuntut agar Rusia membatalkan pengakuannya atas kemerdekaan wilayah separatis, segera menarik "pasukan pendudukan" yang dikirim ke sana oleh Putin, dan kembali ke negosiasi.

Dia menyebut Dewan Keamanan "sakit" karena kelambanannya di masa lalu, dan mendesak anggotanya untuk membela kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina.

Terlepas dari tindakan Putin, dia berkata: “Perbatasan Ukraina yang diakui secara internasional telah dan akan tetap tidak dapat diubah terlepas dari pernyataan dan tindakan apa pun oleh Federasi Rusia.”

Sementara Ukraina memiliki hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB.

Baca juga: Bukan Omong Kosong, Rusia Rilis Video Tank Ukraina Hancur Jadi Rongsokan

“Kami berkomitmen untuk jalan damai dan diplomatik dan kami akan tetap teguh di atasnya. Kami berada di tanah kami. Kami tidak takut pada apa pun atau siapa pun. Kami tidak berutang apa pun kepada siapa pun, dan kami tidak akan memberikan apa pun kepada siapa pun,” ujarnya.

Dia mengatakan tidak boleh ada keraguan sama sekali tentang ini karena ini bukan Februari 2014, ketika Rusia menginvasi Krimea, yang kemudian dianeksasi, dan Ukraina tidak siap.

"Ini Februari 2022," tegasnya.

Sementara itu Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menuduh AS dan sekutu Baratnya menghasut Ukraina - yang katanya telah memusatkan kontingen militer berkekuatan 120.000 orang di sepanjang jalur kontak dengan separatis pro-Rusia di timur - menuju “provokasi bersenjata. ”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan dari Kapolri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved