Biden Yakin Putin telah Putuskan Menyerang Ukraina, Serbu Ibu Kota
Sabtu, 19 Februari 2022 - 11:27 WIB
loading...
A
A
A
Putin meminta pemerintah memberi 10.000 rubel (sekitar USD130) kepada setiap pengungsi, setara dengan sekitar setengah dari gaji bulanan rata-rata warga di wilayah Donbass.
Ukraina membantah merencanakan serangan apa pun. “Kami berkomitmen penuh hanya untuk resolusi konflik diplomatik,” cuit Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba.
“Di sekitar jalur kontak yang bergejolak, konvoi kemanusiaan PBB berada dalam serangan pemberontak di wilayah Luhansk,” papar kepala militer Ukraina.
Tidak ada korban yang dilaporkan. Pemberontak membantah terlibat dan menuduh Ukraina melakukan provokasi.
Otoritas separatis melaporkan lebih banyak penembakan oleh pasukan Ukraina di sepanjang garis itu.
Gelombang penembakan pada Kamis merobek dinding taman kanak-kanak, melukai dua orang, dan komunikasi dasar terganggu. Kedua belah pihak saling menuduh melepaskan tembakan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan ancaman terhadap keamanan global "lebih kompleks dan mungkin lebih tinggi" daripada selama Perang Dingin.
Dia mengatakan kepada konferensi Munich bahwa kesalahan kecil atau miskomunikasi antara negara-negara besar dapat memiliki konsekuensi bencana.
Rusia mengumumkan pekan ini bahwa mereka menarik kembali pasukan dari latihan militer besar-besaran, tetapi para pejabat AS mengatakan mereka tidak melihat tanda-tanda mundur. AS malah melihat lebih banyak pasukan bergerak menuju perbatasan dengan Ukraina.
Sementara itu, Gedung Putih dan Inggris secara resmi menuduh Rusia bertanggung jawab atas serangan siber baru-baru ini yang menargetkan kementerian pertahanan Ukraina dan bank-bank besar. Pengumuman itu adalah atribusi paling tajam dari tanggung jawab atas intrusi siber.
Juga pada Jumat, pemerintah AS merilis perkiraan baru tentang berapa banyak personel militer yang dimiliki Rusia di dan sekitar Ukraina.
Dikatakan ada antara 169.000 dan 190.000 personel, naik dari sekitar 100.000 tentara pada 30 Januari, menurut Michael Carpenter, perwakilan tetap AS untuk Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa.
Perkiraan baru termasuk pasukan militer di sepanjang perbatasan, di Belarusia dan di Krimea yang diduduki, serta Garda Nasional Rusia dan unit keamanan internal lainnya, dan pasukan yang didukung Rusia di Ukraina timur.
Separatis di Ukraina, Garda Nasional, dan pasukan di Krimea tidak termasuk dalam perkiraan AS sebelumnya sebanyak 150.000 orang.
Kremlin mengirim pengingat kepada dunia tentang kekuatan nuklirnya, mengumumkan latihan kekuatan nuklirnya untuk akhir pekan.
Putin akan memantau langsung latihan militer Sabtu yang akan melibatkan beberapa latihan peluncuran rudal.
Ditanya tentang peringatan Barat tentang kemungkinan invasi Rusia pada Rabu yang tidak terwujud, Putin mengatakan, "Ada begitu banyak klaim palsu, dan terus-menerus bereaksi terhadap mereka lebih banyak masalah daripada nilainya."
"Kami melakukan apa yang kami anggap perlu dan akan terus melakukannya. Kami memiliki tujuan yang jelas dan tepat sesuai dengan kepentingan nasional,” tegas Putin.
Ukraina membantah merencanakan serangan apa pun. “Kami berkomitmen penuh hanya untuk resolusi konflik diplomatik,” cuit Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba.
“Di sekitar jalur kontak yang bergejolak, konvoi kemanusiaan PBB berada dalam serangan pemberontak di wilayah Luhansk,” papar kepala militer Ukraina.
Tidak ada korban yang dilaporkan. Pemberontak membantah terlibat dan menuduh Ukraina melakukan provokasi.
Otoritas separatis melaporkan lebih banyak penembakan oleh pasukan Ukraina di sepanjang garis itu.
Gelombang penembakan pada Kamis merobek dinding taman kanak-kanak, melukai dua orang, dan komunikasi dasar terganggu. Kedua belah pihak saling menuduh melepaskan tembakan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan ancaman terhadap keamanan global "lebih kompleks dan mungkin lebih tinggi" daripada selama Perang Dingin.
Dia mengatakan kepada konferensi Munich bahwa kesalahan kecil atau miskomunikasi antara negara-negara besar dapat memiliki konsekuensi bencana.
Rusia mengumumkan pekan ini bahwa mereka menarik kembali pasukan dari latihan militer besar-besaran, tetapi para pejabat AS mengatakan mereka tidak melihat tanda-tanda mundur. AS malah melihat lebih banyak pasukan bergerak menuju perbatasan dengan Ukraina.
Sementara itu, Gedung Putih dan Inggris secara resmi menuduh Rusia bertanggung jawab atas serangan siber baru-baru ini yang menargetkan kementerian pertahanan Ukraina dan bank-bank besar. Pengumuman itu adalah atribusi paling tajam dari tanggung jawab atas intrusi siber.
Juga pada Jumat, pemerintah AS merilis perkiraan baru tentang berapa banyak personel militer yang dimiliki Rusia di dan sekitar Ukraina.
Dikatakan ada antara 169.000 dan 190.000 personel, naik dari sekitar 100.000 tentara pada 30 Januari, menurut Michael Carpenter, perwakilan tetap AS untuk Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa.
Perkiraan baru termasuk pasukan militer di sepanjang perbatasan, di Belarusia dan di Krimea yang diduduki, serta Garda Nasional Rusia dan unit keamanan internal lainnya, dan pasukan yang didukung Rusia di Ukraina timur.
Separatis di Ukraina, Garda Nasional, dan pasukan di Krimea tidak termasuk dalam perkiraan AS sebelumnya sebanyak 150.000 orang.
Kremlin mengirim pengingat kepada dunia tentang kekuatan nuklirnya, mengumumkan latihan kekuatan nuklirnya untuk akhir pekan.
Putin akan memantau langsung latihan militer Sabtu yang akan melibatkan beberapa latihan peluncuran rudal.
Ditanya tentang peringatan Barat tentang kemungkinan invasi Rusia pada Rabu yang tidak terwujud, Putin mengatakan, "Ada begitu banyak klaim palsu, dan terus-menerus bereaksi terhadap mereka lebih banyak masalah daripada nilainya."
"Kami melakukan apa yang kami anggap perlu dan akan terus melakukannya. Kami memiliki tujuan yang jelas dan tepat sesuai dengan kepentingan nasional,” tegas Putin.
(sya)
Lihat Juga :