Biden Yakin Putin telah Putuskan Menyerang Ukraina, Serbu Ibu Kota
Sabtu, 19 Februari 2022 - 11:27 WIB
loading...
Tank-tank Rusia dikerahkan untuk memperkuat wilayah perbatasan dekat Ukraina. Foto/TASS
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden "yakin" Presiden Rusia Vladimir Putin telah memutuskan menyerang Ukraina, termasuk serangan di ibu kota.
Pernyataan Biden itu muncul pada Jumat (18/2/2022), ketika ketegangan meningkat di sepanjang perbatasan militer. Barat sebelumnya menyebut operasi "bendera palsu" akan dilancarkan Rusia sebagai dalih untuk invasi Ukraina.
Dalam perkembangan terbaru, satu konvoi kemanusiaan terkena tembakan, dan pemberontak pro-Rusia mengevakuasi warga sipil dari zona konflik.
Baca juga: Ledakan Dahsyat Terdengar di Donbass, Militer Ukraina Disebut Mulai Serangan
Satu bom mobil menghantam kota timur Donetsk, tetapi tidak ada korban yang dilaporkan.
Baca juga: Pasukan Ukraina Tembakkan 40 Granat ke Donbass, Tentara NATO Siap Tempur
Setelah beberapa pekan mengatakan AS tidak yakin apakah Putin telah membuat keputusan akhir untuk menyerang Ukraina, Biden menjelaskan penilaian itu telah berubah, mengutip intelijen Amerika.
Baca juga: Pasukan Ukraina Hujani Luhansk dengan Artileri Berat, 31 Kali dalam 24 Jam
“Sampai saat ini saya yakin dia telah membuat keputusan. Kami punya alasan untuk percaya itu,” papar Biden, dilansir Associated Press (AP).
Biden menegaskan serangan itu bisa terjadi dalam “beberapa hari mendatang.”
Sementara itu, Kremlin mengumumkan latihan nuklir besar-besaran untuk melenturkan otot militernya.
Putin berjanji melindungi kepentingan nasional Rusia dari apa yang dilihatnya sebagai ancaman Barat yang melanggar batas.
Biden mengulangi ancamannya terhadap sanksi ekonomi dan diplomatik besar-besaran terhadap Rusia jika Moskow menyerang Ukraina.
Presiden AS itu menekan Putin untuk memikirkan kembali tindakannya. Dia mengatakan AS dan sekutu Baratnya lebih bersatu dari sebelumnya untuk memastikan Rusia membayar harga untuk invasi tersebut.
Dengan sekitar 150.000 tentara Rusia ditempatkan di sekitar perbatasan Ukraina, para pejabat AS dan Eropa memperingatkan konflik separatis yang telah berlangsung lama di Ukraina timur dapat memicu serangan yang lebih luas.
Sebagai indikasi lebih lanjut bahwa Moskow sedang mempersiapkan invasi potensial, seorang pejabat pertahanan AS mengatakan sekitar 40% hingga 50% dari pasukan darat Rusia yang dikerahkan di sekitar perbatasan Ukraina telah pindah ke posisi serangan di dekat perbatasan.
“Pergeseran itu telah berlangsung selama sekitar satu pekan,” papar pejabat lain.
Meski demikian, itu tidak berarti Putin telah memutuskan memulai invasi. Pejabat pertahanan itu berbicara dengan syarat anonim untuk membahas penilaian internal militer AS.
Pejabat itu juga mengatakan jumlah unit darat Rusia yang dikenal sebagai kelompok taktis batalion yang ditempatkan di daerah perbatasan telah bertambah sebanyak 125 unit, naik dari 83 unit dua pekan lalu. Setiap kelompok taktis batalyon memiliki 750 hingga 1.000 tentara.
Pernyataan Biden itu muncul pada Jumat (18/2/2022), ketika ketegangan meningkat di sepanjang perbatasan militer. Barat sebelumnya menyebut operasi "bendera palsu" akan dilancarkan Rusia sebagai dalih untuk invasi Ukraina.
Dalam perkembangan terbaru, satu konvoi kemanusiaan terkena tembakan, dan pemberontak pro-Rusia mengevakuasi warga sipil dari zona konflik.
Baca juga: Ledakan Dahsyat Terdengar di Donbass, Militer Ukraina Disebut Mulai Serangan
Satu bom mobil menghantam kota timur Donetsk, tetapi tidak ada korban yang dilaporkan.
Baca juga: Pasukan Ukraina Tembakkan 40 Granat ke Donbass, Tentara NATO Siap Tempur
Setelah beberapa pekan mengatakan AS tidak yakin apakah Putin telah membuat keputusan akhir untuk menyerang Ukraina, Biden menjelaskan penilaian itu telah berubah, mengutip intelijen Amerika.
Baca juga: Pasukan Ukraina Hujani Luhansk dengan Artileri Berat, 31 Kali dalam 24 Jam
“Sampai saat ini saya yakin dia telah membuat keputusan. Kami punya alasan untuk percaya itu,” papar Biden, dilansir Associated Press (AP).
Biden menegaskan serangan itu bisa terjadi dalam “beberapa hari mendatang.”
Sementara itu, Kremlin mengumumkan latihan nuklir besar-besaran untuk melenturkan otot militernya.
Putin berjanji melindungi kepentingan nasional Rusia dari apa yang dilihatnya sebagai ancaman Barat yang melanggar batas.
Biden mengulangi ancamannya terhadap sanksi ekonomi dan diplomatik besar-besaran terhadap Rusia jika Moskow menyerang Ukraina.
Presiden AS itu menekan Putin untuk memikirkan kembali tindakannya. Dia mengatakan AS dan sekutu Baratnya lebih bersatu dari sebelumnya untuk memastikan Rusia membayar harga untuk invasi tersebut.
Dengan sekitar 150.000 tentara Rusia ditempatkan di sekitar perbatasan Ukraina, para pejabat AS dan Eropa memperingatkan konflik separatis yang telah berlangsung lama di Ukraina timur dapat memicu serangan yang lebih luas.
Sebagai indikasi lebih lanjut bahwa Moskow sedang mempersiapkan invasi potensial, seorang pejabat pertahanan AS mengatakan sekitar 40% hingga 50% dari pasukan darat Rusia yang dikerahkan di sekitar perbatasan Ukraina telah pindah ke posisi serangan di dekat perbatasan.
“Pergeseran itu telah berlangsung selama sekitar satu pekan,” papar pejabat lain.
Meski demikian, itu tidak berarti Putin telah memutuskan memulai invasi. Pejabat pertahanan itu berbicara dengan syarat anonim untuk membahas penilaian internal militer AS.
Pejabat itu juga mengatakan jumlah unit darat Rusia yang dikenal sebagai kelompok taktis batalion yang ditempatkan di daerah perbatasan telah bertambah sebanyak 125 unit, naik dari 83 unit dua pekan lalu. Setiap kelompok taktis batalyon memiliki 750 hingga 1.000 tentara.
Lihat Juga :