Ledakan Bom Mobil Guncang Donetsk Tengah, Donbass Makin Membara

Sabtu, 19 Februari 2022 - 07:56 WIB
loading...
Ledakan Bom Mobil Guncang...
Kendaraan yang meledak akibat bom adalah jip UAZ warna hijau zaitun. Foto/twitter
A A A
DONETSK - Para pemimpin Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk mengumumkan dimulainya evakuasi massal wilayah mereka ke Rusia sejak Jumat (18/2/2022). Eskalasi penembakan oleh Ukraina dan ketakutan akan invasi meningkat.

Dua republik itu telah melaporkan lusinan pelanggaran gencatan senjata Minsk oleh Ukraina dalam beberapa hari terakhir menggunakan artileri dan senjata anti-tank.



“Satu ledakan kuat mengguncang pusat Donetsk pada Jumat malam (18/2/2022),” ungkap seorang koresponden Sputnik.

Baca juga: Pasukan Ukraina Tembakkan 40 Granat ke Donbass, Tentara NATO Siap Tempur

Ledakan itu dikatakan terjadi di luar gedung perumahan pemerintah republik.

Baca juga: Ledakan Dahsyat Terdengar di Donbass, Militer Ukraina Disebut Mulai Serangan

Seorang juru bicara Milisi Rakyat mengatakan satu mobil diledakkan di tempat parkir dekat gedung sekitar pukul 7 malam waktu setempat, dengan gelombang ledakan itu sangat kuat hingga terdengar di seluruh kota.

Baca juga: Kedubes Rusia: AS Secara Sinis Tolak Fakta Genosida di Donbass

Kendaraan yang meledak adalah jip UAZ warna hijau zaitun. Laporan media menunjukkan mobil itu mungkin milik kepala Milisi Rakyat Denis Sinenkov.

Komandan milisi diperkirakan tidak terluka dalam insiden tersebut. Informasi ini belum dikonfirmasi.

Layanan darurat telah dikerahkan ke daerah tersebut dan sedang memeriksa kendaraan lain untuk kemungkinan bom mobil kedua.

Pihak berwenang mendesak masyarakat "tetap tenang, tetap waspada dan mengurangi perjalanan di sekitar kota sebanyak mungkin."

Koresponden Sputnik menunjukkan bangunan di sekitarnya tampaknya tidak rusak akibat ledakan tersebut. Tidak ada informasi mengenai kemungkinan korban yang tersedia.

Kepala Republik Rakyat Donetsk (DPR) Denis Pushilin menyebut pengeboman mobil itu sebagai "pengalihan" dan tanda persiapan Ukraina melancarkan serangan militer ke Donbass.

Dia juga menunjukkan setiap infrastruktur penting di DPR dijaga dan kota ini siap untuk kemungkinan aksi teror.

Pemboman itu menyusul pengumuman Pushilin dan kepala Republik Rakyat Lugansk (LPR) Leonid Pasechnik pada hari sebelumnya bahwa pemerintah setempat sedang mengatur evakuasi warga sipil dari daerah itu ke Rusia karena ancaman agresi militer oleh Kiev.

Pushilin mengatakan kepada wartawan bahwa dia memiliki informasi bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan memerintahkan dimulainya serangan terhadap DPR dan LNR dalam waktu dekat.

Juru Bicara Kremlin Dmitri Peskov mengatakan dia tidak diberitahu tentang apa yang terjadi di Donbass dan mengatakan dia tidak tahu apakah evakuasi itu disetujui oleh siapa pun.

Pada Jumat malam, Presiden Rusia Vladimir Putin meminta pemerintah menyediakan 10.000 rubel (sekitar USD130) sebagai bantuan darurat bagi para pengungsi yang datang ke Rostov.

Otoritas regional telah membentuk markas operasional untuk menangani para pengungsi dan menyediakan akomodasi, makanan, dan perawatan medis bagi mereka.

Pushilin mengatakan ratusan ribu orang, kebanyakan perempuan dan anak-anak, mungkin dievakuasi, dengan laki-laki tinggal di belakang untuk berperang.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Ukraina mengeluarkan pernyataan pada Jumat malam yang menuduh Rusia "meluncurkan kampanye disinformasi besar-besaran".

Ukraina menyerukan masyarakat internasional untuk "segera mengutuk provokasi Federasi Rusia dan administrasi pendudukannya di Donbass."

Sebelumnya pada hari itu, Putin mendesak Kiev segera duduk di meja perundingan dengan para pemimpin Donbass dan menuntaskan perdamaian.

Putin mengecam pejabat Ukraina karena gagal mematuhi Perjanjian Minsk yang bertujuan mengakhiri konflik yang hampir delapan tahun itu.

Juga pada Jumat, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, “Rusia sangat khawatir dengan laporan peningkatan tajam dalam penembakan dan penggunaan senjata yang dilarang oleh Perjanjian Minsk di Donbass.”

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Kesal! Trump: AS Bayar...
Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia
Rekomendasi
Sidang PK Nikita Mirzani...
Sidang PK Nikita Mirzani Ditunda hingga 1 Juli 2026, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Berita Terkini
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved