Estonia Ikut-ikutan Sebut Rusia Bakal Serang Ukraina
Kamis, 17 Februari 2022 - 05:48 WIB
loading...
A
A
A
Marran mengatakan intelijen Estonia mengetahui sekitar 10 kelompok tempur tentara Rusia bergerak menuju perbatasan Ukraina, di mana 100 kelompok tempur militer Rusia, atau sekitar 170.000 tentara, telah dikerahkan.
Baca juga: Jubir Kemlu Rusia Sindir Media Barat: Publikasikan Saja Jadwal Invasi Rusia Tahun Ini
Jumlah tersebut termasuk tentara yang biasanya dikerahkan di wilayah sekitar Ukraina, tetapi juga pasukan di Belarusia yang dikirim Rusia untuk latihan militer di dekat perbatasan Ukraina.
Menurut Marran beberapa tentara kemungkinan akan tinggal di Belarusia setelah akhir latihan 20 Februari, kekhawatiran yang signifikan bagi aliansi NATO yang termasuk Baltik.
"Itu akan mengurangi waktu persiapan untuk serangan terhadap Baltik," pungkasnya.
Sebelumnya Amerika Serikat (AS) terus memperingatkan bahwa Moskow dapat menyerang "kapan saja" di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan itu, sementara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan beberapa pasukannya yang ditempatkan di dekat perbatasan Ukraina akan mulai kembali ke pangkalan mereka.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan kepada ABC "Good Morning America" bahwa AS melihat "tidak ada kemunduran yang berarti" dan menggambarkan situasi sebagai "sangat, sangat memprihatinkan."
Baca juga: Blinken: Tidak Ada Kemunduran yang Berarti dari Pasukan Rusia
Baca juga: Jubir Kemlu Rusia Sindir Media Barat: Publikasikan Saja Jadwal Invasi Rusia Tahun Ini
Jumlah tersebut termasuk tentara yang biasanya dikerahkan di wilayah sekitar Ukraina, tetapi juga pasukan di Belarusia yang dikirim Rusia untuk latihan militer di dekat perbatasan Ukraina.
Menurut Marran beberapa tentara kemungkinan akan tinggal di Belarusia setelah akhir latihan 20 Februari, kekhawatiran yang signifikan bagi aliansi NATO yang termasuk Baltik.
"Itu akan mengurangi waktu persiapan untuk serangan terhadap Baltik," pungkasnya.
Sebelumnya Amerika Serikat (AS) terus memperingatkan bahwa Moskow dapat menyerang "kapan saja" di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan itu, sementara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan beberapa pasukannya yang ditempatkan di dekat perbatasan Ukraina akan mulai kembali ke pangkalan mereka.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan kepada ABC "Good Morning America" bahwa AS melihat "tidak ada kemunduran yang berarti" dan menggambarkan situasi sebagai "sangat, sangat memprihatinkan."
Baca juga: Blinken: Tidak Ada Kemunduran yang Berarti dari Pasukan Rusia
Lihat Juga :