Kasus Baru COVID-19 Global Turun, Asia Tenggara Terbanyak
Kamis, 17 Februari 2022 - 00:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Bertahap, Slovakia Bakal Longgarkan Pembatasan COVID-19
Bagaimanapun, pejabat kesehatan telah mencatat bahwa Omicron menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada varian COVID-19 sebelumnya dan di negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang tinggi, tingkat rawat inap serta kematian tidak meningkat secara substansial, bahkan dengan penyebaran Omicron.
Direktur WHO Afrika, Dr. Matshidiso Moeti, pekan lalu mengatakan ada "cahaya di ujung terowongan" untuk benua itu dan bahwa meskipun tingkat vaksinasi rendah, Afrika sedang bertransisi dari fase pandemi akut COVID-19.
Optimisme itu sangat kontras dengan peringatan dari Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang telah berulang kali mengatakan bahwa pandemi belum berakhir dan terlalu dini bagi negara-negara untuk berpikir bahwa kiamat sudah dekat.
Baca juga: Ingin Kembali Hidup Normal, Belanda Cabut Semua Pembatasan Corona
Bagaimanapun, pejabat kesehatan telah mencatat bahwa Omicron menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada varian COVID-19 sebelumnya dan di negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang tinggi, tingkat rawat inap serta kematian tidak meningkat secara substansial, bahkan dengan penyebaran Omicron.
Direktur WHO Afrika, Dr. Matshidiso Moeti, pekan lalu mengatakan ada "cahaya di ujung terowongan" untuk benua itu dan bahwa meskipun tingkat vaksinasi rendah, Afrika sedang bertransisi dari fase pandemi akut COVID-19.
Optimisme itu sangat kontras dengan peringatan dari Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang telah berulang kali mengatakan bahwa pandemi belum berakhir dan terlalu dini bagi negara-negara untuk berpikir bahwa kiamat sudah dekat.
Baca juga: Ingin Kembali Hidup Normal, Belanda Cabut Semua Pembatasan Corona
(ian)
Lihat Juga :