Ditanya Apakah Pasukan AS Ikut Berperang di Ukraina? Ini Jawaban Pentagon

Selasa, 15 Februari 2022 - 09:37 WIB
loading...
Ditanya Apakah Pasukan...
Tentara Amerika Serikat dan Ukraina mengikuti upacara pembukaan latihan militer di Lviv, Ukraina, 20 September 2021. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Juru bicara Pentagon John Kirby Prajurit menyatakan pasukan Amerika Serikat (AS) tidak akan berperang di Ukraina jika Rusia memutuskan untuk menyerang.

Pernyataan itu muncul pada Minggu (13/2/2022), di tengah meningkatnya kekhawatiran di Washington bahwa perang antara Rusia dan Ukraina sudah dekat.

Berbicara kepada MSNBC, Kirby menanggapi pernyataan Presiden AS Joe Biden pekan lalu bahwa tentara Amerika tidak akan diterbangkan ke Kiev untuk mengevakuasi warga AS yang berada di Ukraina.

Baca juga: AS Sebut Besok Kemungkinan Invasi Rusia, Ini Berbagai Tindakan Ukraina

“Presiden telah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa pasukan AS tidak akan berperang di Ukraina,” papar Kirby mengulangi.

Baca juga: Jika Perang Pecah, Ini Jenderal Paling Top di Rusia dan Ukraina

Dia menambahkan, “(Jika) kami menempatkan pasukan Amerika di sana, di bawah misi membantu mengevakuasi warga Amerika, Anda benar-benar meningkatkan risiko salah perhitungan dan tentu saja meningkatkan kemungkinan pasukan Amerika dan pasukan Rusia akan saling berperang.”

Baca juga: Setelah Invasi, Inggris Tuduh Rusia Rencanakan Kudeta di Kota-kota Besar Ukraina

Menurut Kirby, ini akan membuat situasi dimulai "ke tingkat yang sama sekali baru."

Juru bicara Pentagon juga menekankan warga AS di Ukraina masih memiliki kemampuan meninggalkan negara itu. Dia mendesak mereka semua melakukannya.

Nasihat ini menggemakan pernyataan serupa yang dibuat Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan pekan lalu, yang mendorong semua orang Amerika “untuk segera pergi” dari Ukraina.

“Kami ingin memperjelas hal ini: Setiap warga Amerika di Ukraina harus pergi sesegera mungkin, dan dalam hal apa pun, dalam 24 hingga 48 jam ke depan,” ujar dia.

“Kami jelas tidak bisa memprediksi masa depan. Kami tidak tahu persis apa yang akan terjadi. Tetapi risikonya sekarang cukup tinggi dan ancamannya sekarang cukup mendesak sehingga inilah yang dituntut kehati-hatian,” papar dia.

Jumat lalu, jajak pendapat yang diterbitkan The Economist/YouGov mengungkapkan hanya 13% orang dewasa AS percaya itu akan menjadi “ide yang baik” untuk mengerahkan pasukan untuk memerangi Rusia di Ukraina, dengan mayoritas (55%) menentang intervensi apa pun.

Namun, mereka yang disurvei lebih mendukung tindakan lain, seperti sanksi (50%), bantuan keuangan (42%), dan pengiriman senjata (38%).

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved