Pecahan Bom Dikeluarkan dari Matanya, Bocah Buta Suriah Melihat Kembali
Sabtu, 13 Juni 2020 - 13:45 WIB
loading...
A
A
A
Abdulrazak awalnya kehilangan penglihatan pada mata kirinya secara total dan mata kanannya masih bisa melihat.
"Dengan mata ini saya bisa melihat kecerahan. Saya tidak bisa melihat apa pun dengan mata yang lain (kiri). Dengan mata kanan, saya bisa melihat hal-hal yang jauh. Tapi hanya ringan," katanya.
Ayah Abdulrazak sempat berencana untuk membawa putranya untuk pengobatan di Turki, tetapi ketika negara itu menutup perbatasannya terhadap Suriah karena pembatasan perjalanan terkait pandemi virus corona baru (Covid-19), pihak keluarga menyadari bahwa jendela peluang kesembuhan Abdulrazak semakin sempit.
Keluarga hanya memiliki 10 hingga 15 hari untuk operasi karena dokter di Idlib telah meletakkan larutan silikon di mata Abdulrazak untuk mencegahnya menjadi buta permanen. Larutan itu hanya akan bertahan empat bulan dan pada waktu itu batas waktunya hampir habis.
Nasib bocah itu menarik perhatian Levent Ozturk, Koordinator Bantuan Darurat Internasional Bulan Sabit Biru Internasional yang juga seorang jurnalis.
Ozturk sendiri kehilangan penglihatan pada mata kirinya selama perang Georgia-Rusia 2008 setelah ditembaki dengan sebuah kendaraan. Dia mengatakan apa yang dia alami membuatnya semakin empati terhadap nasib bocah Suriah tersebut.
Tim Ozturk kemudian bergabung dengan pengungsi Suriah; Mehmet Sahin Ibis, untuk membantu keluarga Abdulrazak.
"Dengan mata ini saya bisa melihat kecerahan. Saya tidak bisa melihat apa pun dengan mata yang lain (kiri). Dengan mata kanan, saya bisa melihat hal-hal yang jauh. Tapi hanya ringan," katanya.
Ayah Abdulrazak sempat berencana untuk membawa putranya untuk pengobatan di Turki, tetapi ketika negara itu menutup perbatasannya terhadap Suriah karena pembatasan perjalanan terkait pandemi virus corona baru (Covid-19), pihak keluarga menyadari bahwa jendela peluang kesembuhan Abdulrazak semakin sempit.
Keluarga hanya memiliki 10 hingga 15 hari untuk operasi karena dokter di Idlib telah meletakkan larutan silikon di mata Abdulrazak untuk mencegahnya menjadi buta permanen. Larutan itu hanya akan bertahan empat bulan dan pada waktu itu batas waktunya hampir habis.
Nasib bocah itu menarik perhatian Levent Ozturk, Koordinator Bantuan Darurat Internasional Bulan Sabit Biru Internasional yang juga seorang jurnalis.
Ozturk sendiri kehilangan penglihatan pada mata kirinya selama perang Georgia-Rusia 2008 setelah ditembaki dengan sebuah kendaraan. Dia mengatakan apa yang dia alami membuatnya semakin empati terhadap nasib bocah Suriah tersebut.
Tim Ozturk kemudian bergabung dengan pengungsi Suriah; Mehmet Sahin Ibis, untuk membantu keluarga Abdulrazak.
Lihat Juga :