Viral, Tentara-tentara Cantik Ukraina Berlatih untuk Lawan Pasukan Putin

Sabtu, 12 Februari 2022 - 00:13 WIB
loading...
Viral, Tentara-tentara...
Para tentara cantik Ukraina latihan militer untuk melawan pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin jika perang benar-benar pecah. Foto/via news.com.au
A A A
KIEV - Tentara-tentara cantik Ukraina berlatih untuk melawan pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin jika perang pecah setiap saat. Aksi mereka yang viral di TikTok sebagai upaya untuk memenangkan perang propaganda "kekuatan lunak" dengan Moskow.

Salah satu video menunjukkan para tentara wanita berseragam militer Ukraina menari, bermain-main di barak, dan bahkan membongkar dan merakit kembali senjata.

Video lain menunjukkan sekelompok tentara wanita muda menirukan lagu sambil mengenakan seragam militer dengan bendera Ukraina dan lencana militer. Latihan militer mereka juga diunggah di TikTok dengan pose-pose memikat.

Iryna Greytsarovska, tentara wanita yang memiliki lebih dari 3.000 pengikut dan 27.000 like, mengatakan dalam bio TikTok-nya: “Ukraina di atas segalanya.”

Dia membagikan sejumlah video dirinya bernyanyi dan menari sambil mengenakan seragam militer Ukraina-nya.

Baca juga: Putin: Jika Ukraina Gabung NATO, Perang dengan Rusia

Tentara lain dengan nama pendek Katiusha memamerkan sejumlah video glamor dari rekrutan dan rekan-rekannya dengan seragam lengkap, menari seksi dan berpatroli dengan riasan wajah penuh.

Akunnya dengan cepat berkembang menjadi hampir 30.000 pengikut dan hampir 500.000 like.

Video dan foto yang viral itu diduga berperan sebagai "kekuatan lunak" untuk Ukraina, dan menerima pujian yang bersinar di media Ukraina.

Sebuah video klip dari tentara Ukraina, Oleksandr Kolym, menari dengan iringan lagu "Queen Of The Night" Whitney Houston baru-baru ini menjadi viral, dengan komentar memuji semangat Ukraina yang tidak dapat dihancurkan dan mengungkapkan keyakinan bahwa Ukraina pasti akan menang.

Pemandangan itu bermunculan setelah Ukraina memperluas wajib militer untuk memasukkan semua wanita layak untuk dinas militer antara usia 18 dan 60 tahun ketika ancaman dari Rusia meningkat.

Dekrit dari Kementerian Pertahanan Ukraina pada Desember 2021 menyatakan jika terjadi perang besar, tentara wanita cadangan dapat dimobilisasi sebagai bagian dari tentara cadangan nasional untuk melayani dalam berbagai spesialisasi militer.

"Ini bukan tentang wajib militer setelah mencapai usia tertentu, seperti untuk pria," kata anggota Parlemen Ukraina, Oleksandra Ustinova, seperti dikutip The Sun, Jumat (11/2/2022).

“Dan mengingat lebih dari 122.000 tentara Rusia berada di perbatasan kita, keputusan itu tampaknya logis, tepat waktu, dan masuk akal.”

Berbicara kepada Coffee or Die Magazine, Ustinova mengatakan: “Ini mengirimkan sinyal kuat ke Moskow bahwa Ukraina siap untuk melawan."

“Meskipun kami berusaha untuk memperkenalkan tentara kontrak, dalam situasi saat ini, keputusan untuk mendidik sebanyak mungkin orang untuk memegang senjata dan siap untuk melayani tampaknya merupakan keputusan yang baik," paparnya.

Ketika hubungan antara Kiev dan Moskow tetap tegang, Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss telah mengunjungi Rusia untuk memperingatkan sanksi jika tentara Vladimir Putin tidak mundur.

Dalam pertemuan bersama yang dingin dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Moskow, Truss diolok-olok Lavrov dengan berujar bahwa dirinya "seperti berbicara dengan orang tuli".

Pada hari Senin, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengumumkan Inggris akan mengirim 350 tentara tambahan ke Polandia karena khawatir Rusia dapat menyerang Ukraina kapan saja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Kapal Pesiar Supermewah...
Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
Trump Telepon Putin...
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Kilang Minyak dan Pangkalan...
Kilang Minyak dan Pangkalan Kapal Perang di St Petersburg Dihujani Drone Ukraina
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Dramatis, Korban Gempa...
Dramatis, Korban Gempa Venezuela Dievakuasi Hidup-hidup Setelah 8 Hari Tertimbun
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Itamar Ben Gvir Batal Ikuti Pertemuan di Markas PBB New York, Takut Ditangkap?
Rekomendasi
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
Kemendikdasmen Alihkan...
Kemendikdasmen Alihkan Pengelolaan KNIU ke Kementerian Kebudayaan, Fokus Perkuat Peran UNESCO
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Trading Waran Terstruktur
Berita Terkini
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved