Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
Kamis, 10 Februari 2022 - 00:57 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jejak Berdarah Bos ISIS Al-Qurayshi: Arsitek Genosida Yazidi
Tetapi para pejabat Irak skeptis bahwa kematian komandan itu akan menghambat ISIS untuk waktu yang lama.
Beberapa bulan terakhir telah terlihat peningkatan yang dicatat dalam operasi kelompok teror di kedua sisi perbatasan Irak-Suriah, termasuk serangan berdarah di penjara yang dikelola SDF di kota Hasakah, Suriah utara. Itu adalah langkah paling berani yang dilakukan ISIS selama bertahun-tahun, menyebabkan 121 pejuang SDF, staf penjara dan warga sipil tewas, serta beberapa tahanan ISIS berhasil melarikan diri.
Dalam sebuah laporan, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan diperkirakan ISIS masih memiliki antara 6.000 dan 10.000 pejuang di kedua sisi perbatasan Irak-Suriah.
"ISIS terus beroperasi sebagai pemberontakan pedesaan yang mengakar di Irak dan Republik Arab Suriah, mengeksploitasi perbatasan keropos antara kedua negara, sambil mempertahankan operasi di daerah dengan tekanan keamanan rendah," kata laporan itu.
"ISIS adalah organisasi yang sangat ideologis, dan membunuh pemimpinnya mungkin mempengaruhi ISIS untuk waktu yang singkat, sampai mereka mencalonkan seorang pemimpin baru, tetapi itu tidak akan berdampak jangka panjang," kata pakar keamanan Irak Fadhil Abu Ragheef kepada CBS News.
Baca juga: Warga Kota Suriah Shock Saat Tahu Tetangganya Pentolan ISIS
Tetapi para pejabat Irak skeptis bahwa kematian komandan itu akan menghambat ISIS untuk waktu yang lama.
Beberapa bulan terakhir telah terlihat peningkatan yang dicatat dalam operasi kelompok teror di kedua sisi perbatasan Irak-Suriah, termasuk serangan berdarah di penjara yang dikelola SDF di kota Hasakah, Suriah utara. Itu adalah langkah paling berani yang dilakukan ISIS selama bertahun-tahun, menyebabkan 121 pejuang SDF, staf penjara dan warga sipil tewas, serta beberapa tahanan ISIS berhasil melarikan diri.
Dalam sebuah laporan, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan diperkirakan ISIS masih memiliki antara 6.000 dan 10.000 pejuang di kedua sisi perbatasan Irak-Suriah.
"ISIS terus beroperasi sebagai pemberontakan pedesaan yang mengakar di Irak dan Republik Arab Suriah, mengeksploitasi perbatasan keropos antara kedua negara, sambil mempertahankan operasi di daerah dengan tekanan keamanan rendah," kata laporan itu.
"ISIS adalah organisasi yang sangat ideologis, dan membunuh pemimpinnya mungkin mempengaruhi ISIS untuk waktu yang singkat, sampai mereka mencalonkan seorang pemimpin baru, tetapi itu tidak akan berdampak jangka panjang," kata pakar keamanan Irak Fadhil Abu Ragheef kepada CBS News.
Baca juga: Warga Kota Suriah Shock Saat Tahu Tetangganya Pentolan ISIS
(ian)
Lihat Juga :