Yogi Adityanath, Pendeta Anti-Muslim Berpeluang Jadi PM India Gantikan Modi

Selasa, 08 Februari 2022 - 15:07 WIB
loading...
A A A
Terlahir sebagai Ajay Singh Bisht, Adityanath berasal dari latar belakang yang sederhana, di mana ayahnya adalah seorang penjaga hutan dan dia adalah salah satu dari tujuh bersaudara.

Saat belajar matematika di sebuah universitas, Adityanath menjadi aktivis di sayap mahasiswa Rashtriya Swayamsevak Sangh, sebuah organisasi Hindu sayap kanan yang dianggap sebagai sumber ideologis BJP.

Setelah lulus, dia menjadi pendeta Kuil Gorakhnath, yang dikenal dengan tradisi supremasi Hindu yang kuat, dan pada saat yang sama terjun ke dunia politik, terpilih menjadi anggota Parlemen untuk pertama kalinya pada tahun 1998 dalam usia 26 tahun.

Dalam perjalanannya, dia mendirikan pasukan pemuda main hakim sendiri bernama Hindu Yuva Vahini.

Relawan dari kelompok itu secara teratur menyerang Muslim yang dituduh menyembelih sapi atau "cinta jihad"—istilah yang digunakan oleh ekstremis nasionalis untuk menuduh pria Muslim merayu wanita Hindu untuk memaksa mereka pindah agama.

Sapi dianggap suci oleh umat Hindu dan penyembelihannya dilarang di banyak negara bagian, termasuk Uttar Pradesh.

Adityanath sendiri memiliki beberapa kasus pidana yang menunggunya di berbagai pengadilan.

Pada 2007, dia menghabiskan 11 hari di penjara karena mencoba memicu ketegangan komunal. Dalam satu pidatonya dia bersumpah: "Jika mereka (Muslim) membunuh satu orang Hindu, maka kami akan membunuh 100 pria Muslim."

Tetapi ketenarannya tidak menghalangi kemajuannya di dua jalur, yakni menjadi imam pendeta di kuilnya dan menjadi Menteri Utama Uttar Pradesh.

Setelah mengambil kendali sebagai Menteri Utama Uttar Pradesh, Adityanath mengumumkan pembatasan rumah jagal dan penggunaan pengeras suara untuk adzan, memicu suasana ketakutan dan intimidasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Drama Injury Time, Jerman...
Drama Injury Time, Jerman Tekuk Pantai Gading 2-1 dan Lolos ke 32 Besar
Berita Terkini
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Infografis
Tommy Robinson, Biang...
Tommy Robinson, Biang Kerok Kerusuhan Anti-Muslim di Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved