Ratusan Orang Tua di Myanmar Tak Akui Anaknya karena Takut Ancaman Junta Militer
Selasa, 08 Februari 2022 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Penduduk Desa Myanmar Menuduh Pasukan Junta Membakar Ratusan Rumah
Lin Lin Bo Bo mengaku menangis setelah membaca pemberitahuan itu di kotan. Rekan-rekannya mencoba menyakinkan hal itu terpaksa dilakukan pihak keluarga karena berada dalam tekanan.
"Tapi saya sangat sedih," ujarnya. Sementara orang tua Lin Lin Bo Bo enggan berkomentar.
Lain halnya dengan So Pyay Aung yang berprofesi sebagai wartawan. Kepada Reuters, dia mengaku telah memfilmkan polisi anti huru hara menggunakan tongkat dan perisai untuk membubarkan protes. Video itu disiarkan secara langsung di situs web berita Democratic Voice of Burma.
Saat dicari pihak berwenang, dia bersembunyi di berbagai lokasi di Myanmar sebelum melarikan diri ke Thailand bersama istri dan bayi perempuannya.
Baca: Australia Desak Myanmar Bebaskan Ekonom yang Ditahan Junta Militer
Lin Lin Bo Bo mengaku menangis setelah membaca pemberitahuan itu di kotan. Rekan-rekannya mencoba menyakinkan hal itu terpaksa dilakukan pihak keluarga karena berada dalam tekanan.
"Tapi saya sangat sedih," ujarnya. Sementara orang tua Lin Lin Bo Bo enggan berkomentar.
Lain halnya dengan So Pyay Aung yang berprofesi sebagai wartawan. Kepada Reuters, dia mengaku telah memfilmkan polisi anti huru hara menggunakan tongkat dan perisai untuk membubarkan protes. Video itu disiarkan secara langsung di situs web berita Democratic Voice of Burma.
Saat dicari pihak berwenang, dia bersembunyi di berbagai lokasi di Myanmar sebelum melarikan diri ke Thailand bersama istri dan bayi perempuannya.
Baca: Australia Desak Myanmar Bebaskan Ekonom yang Ditahan Junta Militer
Lihat Juga :