Ukraina: Merebut Kembali Krimea dengan Paksa itu Mustahil

Minggu, 06 Februari 2022 - 05:01 WIB
loading...
Ukraina: Merebut Kembali...
Tentara berjaga di luar kendaraan militer Rusia di pos penjaga perbatasan Ukraina di kota Balaclava, Krimea, 1 Maret 2014. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Menggunakan militer Ukraina untuk merebut kembali Krimea dari Rusia bukanlah proposisi yang realistis, tetapi itu bisa menjadi pilihan di masa depan.

Pernyataan itu diungkapkan Ketua Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Aleksey Danilov pada Kamis.

Berbicara kepada saluran TV 1+1 pada Sabtu (5/2/2022), Aleksey Danilov menjelaskan, Ukraina tidak akan begitu saja menerima Krimea sekarang menjadi bagian dari Rusia.

Baca juga: Mengejutkan, Bloomberg Rilis Berita Rusia Menginvasi Ukraina

Dia menyatakan pemerintah akan “melakukan segalanya” dalam kekuasaannya untuk menguasai semenanjung itu.

Baca juga: Kremlin Tanggapi Berita Invasi Rusia ke Ukraina oleh Bloomberg

“Apakah kita memiliki strategi mengembalikan Krimea secara militer? Saat ini, kami memiliki strategi untuk mengembalikan Krimea,” ujar dia.

Baca juga: Erdogan Positif Omicron, 2 Hari setelah Bertemu Presiden Ukraina

Dia menambahkan, “Apakah itu cara militer, apakah itu cara lain, itu tergantung pada banyak faktor. Mulai hari ini, saya dapat mengatakan bahwa itu tidak mungkin.”

“Apa yang akan terjadi besok atau setahun, kita lihat saja. Ini bukan masalah yang sederhana,” ungkap dia.

Krimea berada di bawah kendali Moskow pada 2014, ketika semenanjung itu dikuasai kembali Rusia, setelah referendum.

Pemungutan suara berlangsung sebulan setelah peristiwa Maidan, ketika protes jalanan yang penuh kekerasan menggulingkan pemerintah Kiev yang terpilih secara demokratis.

Ukraina, serta sebagian besar dunia, menganggap referendum itu tidak sah dan memandang Krimea sebagai diduduki secara ilegal oleh Moskow.

Pejabat keamanan nasional juga berbicara tentang wilayah negara yang saat ini berada di bawah kendali separatis di Ukraina timur.

Menurut Danilov, merebut daerah-daerah ini juga tidak mungkin dilakukan dengan cara militer, karena akan memakan banyak korban.

Berbicara tahun lalu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia akan bekerja “untuk membantu Ukraina memecahkan masalah Donbass, tetapi Krimea keluar dari diskusi.”

Pada Januari, kepala Angkatan Laut Jerman, Wakil Laksamana Kay-Achim Schonbach, dipaksa mengundurkan diri setelah mengklaim Krimea “tidak akan pernah kembali” dan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Rusia “mungkin pantas dihormati.”

Dia mengosongkan jabatannya setelah menteri luar negeri Ukraina memanggil duta besar Jerman untuk mengeluh tentang "tidak dapat diterimanya" komentar Schonbach.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved