Suriah Murka! Sebut Serangan AS Bagian dari Agenda Bermusuhan

Jum'at, 04 Februari 2022 - 14:47 WIB
loading...
A A A
Pertahanan Sipil Suriah, sebuah kelompok penyelamat yang juga dikenal sebagai White Helmets yang beroperasi di daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di negara itu, merespons insiden di tempat kejadian. Juru bicara Mohammad al-Shebli mengatakan kepada Newsweek bahwa personelnya menunggu tiga jam sebelum helikopter militer AS meninggalkan daerah itu untuk menangani korban tewas dan terluka.

Baca juga: Pasukan Khusus AS Lancarkan Operasi Kontraterorisme di Suriah, 13 Tewas

"Tim kami menyelamatkan seorang gadis yang terluka, semua anggota keluarganya tewas dalam serangan udara, dan orang lain yang terluka dalam bentrokan itu mendekati lokasi pendaratan untuk melihat apa yang terjadi," kata Shebli.

"Tim kami menemukan mayat setidaknya 13 orang yang tewas dalam penembakan dan bentrokan yang terjadi setelah operasi pendaratan, termasuk 6 anak-anak dan 4 wanita, dan tim kami menyerahkan dua mayat ke kedokteran forensik di kota Idlib."

Shebli tidak mengidentifikasi para korban atau memberikan petunjuk siapa yang membunuh mereka.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), pemantau yang berbasis di Inggris yang memiliki hubungan dengan oposisi Suriah yang diasingkan, juga mengikuti dengan cermat operasi itu saat berlangsung. Dalam laporan terbarunya yang diterbitkan Kamis, pemantau itu juga menyebut 13 orang tewas, termasuk empat wanita dan tiga anak-anak, dengan tiga mayat lainnya dikatakan tidak dapat dikenali akibat pembantaian itu.

SOHR mengatakan setidaknya satu dari yang tewas adalah anggota kelompok militan, Hayat Tahrir al-Sham, yang memegang pengaruh di sebagian besar wilayah Idlib. Laporan itu tampaknya cocok dengan laporan pejabat senior pemerintah AS yang mengatakan kepada wartawan bahwa pasukan AS menghadapi tembakan musuh dari kelompok itu, memicu tembakan balasan yang menewaskan sedikitnya dua pejuang.

Baca juga: Enam Anak Tewas dalam Serangan Pasukan Khusus AS di Suriah: Ada Darah di Mana-mana

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Sosok Elon Musk, Triliuner...
Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Erick Thohir Terharu...
Erick Thohir Terharu Saksikan Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen
Berita Terkini
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved