Gaji Menggiurkan Tentara Bayaran, Siap Perang di Mana Pun dan Berani Mati

Rabu, 02 Februari 2022 - 10:23 WIB
loading...
A A A
Secara hukum, kontraktor keamanan tidak dapat melakukan manuver ofensif, itu berarti mereka hanya dapat menembak ketika ditembaki.

“Jika Anda ingin menjadi tentara bayaran, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mendapatkan pengalaman kerja militer atau penegakan hukum. Bergabunglah dengan militer dan luangkan waktu Anda,” papar laporan itu.

Jobmonkey menyarankan, “Ikuti perintah, bugar, pelajari bahasa, dan dapatkan pengalaman. Cobalah untuk bergabung dengan cabang operasi khusus militer untuk menjadi spesialis dalam ceruk seperti bahan peledak, keamanan, senjata, intelijen, atau pertempuran hutan. Pada dasarnya menjadi mesin pertarungan yang tangguh dan profesional.”

“Langkah selanjutnya adalah melamar ke perusahaan militer swasta. Permintaan tentara bayaran akan tergantung pada dunia pada saat itu,” ungkap laporan itu.

“Jika mereka menawarkan Anda pekerjaan, itu akan berdasarkan kontrak untuk menyelesaikan misi tertentu. Selalu ingat apa yang Anda hadapi. Hidup Anda dipertaruhkan. Apakah hidup Anda sepadan dengan upah gaji yang besar? Jika demikian, bersiaplah untuk melakukan perjalanan ke hot spot dunia dan menanggung risikonya,” papar laporan itu.

Gaji untuk kontraktor keamanan memang tidak masuk akal. “Beberapa tentara bayaran menghasilkan USD500 (Rp7,2 juta) hingga USD1,500 (Rp22 juta) per hari,” ungkap laporan itu.

“Interogator dikabarkan menghasilkan hingga USD14.000 (Rp201 juta) per pekan. Gaji berkisar dari USD89.000 (Rp1,3 miliar) hingga USD250.000 (Rp3,6 miliar) per tahun. Majikan, pengalaman, keahlian, spesialisasi, lokasi, dan potensi bahaya pada akhirnya menentukan besarnya gaji,” papar laporan itu.

Menjadi kontraktor keamanan adalah karir yang memacu jantung, memompa adrenalin. Ini juga sangat berbahaya.

“Jika Anda memiliki pengalaman militer dan masih menikmati sebagai penembak jitu, membersihkan ranjau darat, melatih pasukan, atau melindungi politisi, maka masukkan aplikasi Anda untuk menjadi tentara bayaran. Gajinya luar biasa,” pungkas laporan itu.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Walkot New York Mamdani...
Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap
Rekomendasi
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
FIFA Tepis Isu Pengaturan...
FIFA Tepis Isu Pengaturan Skor Pertandingan di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Infografis
Tiga Alasan Netanyahu...
Tiga Alasan Netanyahu Tak Berani Melanjutkan Perang di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved