Katanya Hebat, Jet Tempur F-35 AS Berkarat di Pelayaran Laut China Selatan

Selasa, 01 Februari 2022 - 09:02 WIB
loading...
Katanya Hebat, Jet Tempur...
Jet tempur F-35 terlihat berkarat di atas kapal induk AS. Foto/Mass Communication Specialist Seaman Larissa T Dougherty
A A A
MANILA - Jet tempur F-35 Joint Strike Fighter Lockheed Martin terkenal karena banyak sekali kegagalannya meskipun dianggap pesawat yang canggih secara teknis dan sangat mahal.

Setelah dilarang terbang selama badai petir atau terbang di atas kecepatan suara untuk waktu yang lama, musuh bebuyutan terbarunya mungkin percikan air laut.

Katanya Hebat, Jet Tempur F-35 AS Berkarat di Pelayaran Laut China Selatan


Foto-foto terbaru dari pengerahan terbaru Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) ke Laut China Selatan menghasilkan beberapa informasi tak terduga tentang pesawat Angkatan Laut paling canggih tersebut.

Baca juga: Inggris Ancam Segera Bekukan Aset Perusahaan-perusahaan Rusia

Pesawat-pesawat itu terlihat berkarat di sekujur bagian badan dan sayapnya.

Baca juga: Aduh Malunya, Kapal Perang Terbesar Australia Mati Listrik saat Misi Penting

Foto-foto tersebut berasal dari USS Carl Vinson dan USS Abraham Lincoln, dua kapal induk kelas Nimitz yang telah melakukan operasi penerbangan di Laut China Selatan selama beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Kremlin Tantang Inggris: Serangan pada Bisnis Rusia akan Ada Pembalasan

Kedua kapal induk itu dikerahkan dengan 10 F-35C di dalamnya. Jet tempur itu merupakan versi pesawat siluman yang dioptimalkan untuk kondisi yang sulit saat diluncurkan dari depan kapal induk oleh ketapel saat lepas landas dan berhenti ketika mereka mendarat kembali di kapal induk.

Katanya Hebat, Jet Tempur F-35 AS Berkarat di Pelayaran Laut China Selatan


Enam F-35B lainnya, versi jet lepas landas dan pendaratan vertikal (VTOL), berada di atas USS America, kapal serbu amfibi tidak jauh di Laut Filipina.

Sorotan global terpancar pada pengerahan ini pekan lalu ketika salah satu F-35C menabrak bagian belakang Carl Vinson, melukai tujuh anggota awak sebelum meluncur dari geladak dan mendarat di laut.

Namun, The Drive's The War Zone yang pertama kali memperhatikan tanda coklat yang tampaknya berada di atas semua F-35C di kapal induk itu, di antara lusinan foto yang dipublikasikan di pusat media Defense Visual Information Distribution Service (DVIDS) Pentagon.

Tapi itu tidak mungkin karat, kan? Lagi pula, F-35 adalah pesawat yang sangat canggih, terbuat dari bahan ringan futuristik yang menyamarkan siluetnya dari layar radar.

Perlu diketahui, masing-masing jet tempur itu berharga USD78 juta, dan umumnya terlihat sangat mahal. Itu tidak akan terbuat dari besi tua biasa, kan?

Rupanya tidak begitu. Menurut Majalah Smithsonian, jenis umum bahan penyerap radar (RAM) adalah cat bola besi, yang mengandung piramida kecil ferit besi karbonil.

Bahan khusus itu mengubah radar yang biasanya jernih kembali menjadi gelombang radar yang kacau balau, hanya sebagian kecil dari gelombang radar yang membuat jalan mereka kembali ke penerima radar.

Setiap pesawat siluman AS telah menggunakannya, termasuk SR-71, B-2, F-117, F-22 dan F-35.

J-20 China kemungkinan juga menggunakannya. Namun, hanya varian B dan C dari F-35 yang pernah mendekati busa asin air laut yang mempercepat oksidasi besi.

Orang mungkin berasumsi Lockheed Martin akan merencanakan masalah seperti itu. Namun mengingat banyaknya kegagalan dalam desainnya, raksasa pertahanan itu juga seharusnya mengantisipasi masalah itu.

Perusahaan itu seharusnya menangani masalah ancaman disambar petir atau getaran yang disebabkan terbang di atas kecepatan suara.

Jelas, raksasa pertahanan itu mengabaikan efek air laut pada cat silumannya. Di sisi lain, karat itu mungkin bukan masalah besar selain merusak pemandangan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto Tak Ajukan Eksepsi
FIFA Hukum Assim Madibo...
FIFA Hukum Assim Madibo 5 Laga Usai Patahkan Kaki Gelandang Kanada
AHY Targetkan Bandara...
AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Terbaik Dunia di 2029
Berita Terkini
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved