Menteri Hong Kong Mundur Usai Hadiri Pesta di Masa Pandemi

Selasa, 01 Februari 2022 - 01:00 WIB
loading...
Menteri Hong Kong Mundur...
Menteri Hong Kong, Caspar Tsui mundur usai hadiri pesta di masa pandemi. FOTO/The Standard
A A A
HONG KONG - Menteri Urusan Dalam Negeri Hong Kong , Caspar Tsui mengundurkan diri setelah mengaku menghadiri pesta ulang tahun bersama sejumlah pejabat lainnya. Pengunduran ini diajukan Tsui, beberapa hari setelah otoritas Hong Kong mengimbau masyarakat untuk menghindari pertemuan besar guna memerangi wabah COVID-19 .

"Saya hari ini telah mengajukan pengunduran diri saya kepada Kepala Eksekutif dan berniat untuk meninggalkan jabatan hari ini," kata Tsui dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Deutsche Welle, Senin (31/1/2022).

Baca: Hong Kong Larang Penerbangan Transit dari 150 Negara

"Sebagai salah satu Pejabat Utama yang memimpin dalam perang anti-epidemi, saya belum memberikan contoh terbaik selama wabah baru-baru ini," lanjutnya.

Meskipun pesta itu tidak ilegal pada saat itu, tapi Kepala Kesehatan Kota telah memperingatkan orang-orang untuk menghindari berkumpul dalam kelompok besar setelah wabah virus.

Pesta itu diadakan di sebuah restoran tapas pada tanggal 3 Januari untuk merayakan ulang tahun Witman Hung, seorang anggota Kongres Rakyat Nasional China yang besar. Ada lebih dari 200 orang yang hadir, termasuk pejabat tinggi dari kepolisian wilayah itu, dan bos imigrasi dan antikorupsi. Sekitar 20 anggota parlemen juga hadir.

Baca: Covid-19 Meningkat di Sekolah, Hong Kong Setop Belajar Tatap Muka

Daftar tamu dari mereka yang hadir terungkap setelah otoritas kesehatan melacak orang yang terinfeksi yang hadir. Itu menjadi sumber rasa malu bagi Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam, yang pemerintahnya menerapkan kebijakan "nol-COVID" yang ketat yang mirip dengan kebijakan Beijing.

Foto-foto pesta itu, yang bocor ke media lokal, menunjukkan orang-orang yang bersuka ria bernyanyi karaoke dan berpose untuk foto bersama tanpa masker.

Pihak berwenang mengatakan, Tsui tidak menggunakan aplikasi pelacakan kontak pemerintah saat memasuki restoran, yang saat ini diwajibkan. Dia juga tidak memakai masker, meski ada aturan yang menetapkan masker harus dipakai saat tidak makan atau minum.

Baca: Hamster Dibantai Pemerintah Hong Kong, Pengkritik Protes dengan NFT

Dalam konferensi pers, Lam mengatakan tindakan Tsui telah "membawa nama buruk pemerintah Hong Kong, dan telah menimbulkan persepsi negatif" kepada publik.

Dia mengkritik pejabat lain karena hadir, mengatakan mereka seharusnya tahu lebih baik, tetapi mengatakan Tsui telah menjadi pelanggar terburuk mengingat posisinya mengawasi tindakan anti-pandemi.

Tsui yang berusia 45 tahun adalah bintang baru yang dipersiapkan oleh partai pro-Beijing terbesar di Hong Kong, yang telah berkembang pesat di bawah sistem politik "hanya patriot" Hong Kong yang diberlakukan oleh Beijing. Sistem ini mengkriminalisasi sebagian besar oposisi pro-demokrasi tradisional Hong Kong.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Pakar Militer Ini Sebut...
Pakar Militer Ini Sebut AS Tak Sadari Gelombang Kejut Besar di Asia
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
IATA Peringatkan Krisis...
IATA Peringatkan Krisis Avtur akan Terjang Asia Terlebih Dulu, Baru Eropa dan Amerika Latin
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Jalan Jenderal Sudirman...
Jalan Jenderal Sudirman Ditutup Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Titik Kantong Parkirnya
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved