Padamkan Perlawanan Oposisi, Junta Myanmar Dilaporkan Bakar Desa demi Desa

Minggu, 30 Januari 2022 - 08:39 WIB
loading...
A A A
Bersamaan dengan pembantaian semacam itu, militer semakin melancarkan kampanye bumi hangus sebagai bagian dari teror yang semakin intensif. Saksi Myanmar, yang mengumpulkan bukti pelanggaran militer, telah menguatkan 57 insiden di mana bangunan di desa-desa dan daerah sipil lainnya telah dibakar. Banyak yang dikaitkan dengan militer. Kerusakan parah telah tercatat di Thantlang, di negara bagian Chin barat laut.

"Kekerasan semacam itu mengingatkan pada tindakan keras terhadap etnis Rohingya di negara bagian Rakhine pada tahun 2017," kata Aung Myo Min, menteri hak asasi manusia Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), pemerintah di pengasingan.

“Mereka mengirim lebih banyak pasukan, mereka pergi dari desa ke desa dan membakar semua rumah, dan memaksa pemindahan besar-besaran ke daerah lain,” imbuhnya.

Baca juga: Ditelepon PM Kamboja, Jokowi Sampaikan 5 Hal soal Myanmar

"Polanya sama," ia menegaskan.

NUG sedang menyelidiki pembunuhan Boi Van Thang dan warga sipil lainnya. Boi Van Thang diketahui pergi meninggalkan rumahnya pada 6 Januari lalu namun ia tidak pernah kembali. Tiga hari kemudian, istrinya mendapat kabar mayat Boi Van Thang telah ditemukan bersama 8 mayat pria lainnya dan satu anak laki-laki.

Istrinya mengatakan bahwa leher suaminya dipotong, ada luka pisau di dadanya dan beberapa di punggungnya, serta salah satu kakinya patah.

Ia akan menyerahkan temuannya kepada kelompok yang dibentuk oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk mengumpulkan bukti pelanggaran hukum internasional yang dilakukan di Myanmar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Rekomendasi
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
RDF Plant Rorotan Mampu...
RDF Plant Rorotan Mampu Hasilkan Ratusan Ton Bahan Bakar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved