Ikuti Jejak AS, Inggris Pertimbangkan Kerahkan Militer Besar-besaran ke Perbatasan Eropa

Minggu, 30 Januari 2022 - 08:07 WIB
loading...
Ikuti Jejak AS, Inggris...
Inggris pertimbangkan kerahkan militer militer besar-besaran ke perbatasan Eropa di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
LONDON - Inggris tengah mempertimbangkan untuk menggandakan jumlah pasukannya dan mengirim senjata ke Estonia di tengah kondisi keamanan perbatasan Ukraina dengan Rusia memburuk.

Pejabat Inggris diperkirakan akan mengunjungi markas NATO minggu depan untuk menyelesaikan rincian proposal paket keamanan yang diusulkan, yang akan mencakup pasukan tambahan, jet tempur dan kapal perang.

"Paket ini akan mengirimkan pesan yang jelas ke Kremlin - kami tidak akan mentolerir aktivitas destabilisasi mereka, dan kami akan selalu mendukung sekutu NATO kami dalam menghadapi permusuhan Rusia," tulis Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dalam sebuah pernyataan.

"Jika Presiden Putin memilih jalan pertumpahan darah dan kehancuran, itu akan menjadi tragedi bagi Eropa. Ukraina bebas memilih masa depannya sendiri," tambahnya seperti dikutip dari CNBC, Minggu (30/1/2022).

Baca juga: Bersitegang dengan Rusia, Pasukan Ukraina Berlatih Tembakkan Peluncur Anti-Tank

Inggris saat ini memiliki lebih dari 900 personel militer yang berbasis di Estonia, lebih dari 100 tentara di Ukraina dan sekitar 150 tentara di Polandia.

Kapal induk HMS Prince of Wales saat ini siaga untuk bergerak dalam beberapa jam jika ketegangan meningkat lebih lanjut.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan pengerahan lebih banyak pasukan akan terjadi dalam waktu dekat. Pada awal pekan ini Pentagon mengumumkan bahwa sekitar 8.500 tentara Amerika telah ditempatkan dalam "siaga tinggi" untuk dikerahkan ke Eropa Timur.

Baca juga: AS Bakal Nekat Kerahkan Banyak Pasukan Militer di Depan Pintu Rusia

Sebelumnya juga diwartakan PM Inggris Boris Johnson bertekad untuk mempercepat upaya diplomatik. Johnson akan menyambangi wilayah Ukraina guna menghindari pertumpahan darah antara Rusia dan Ukraina. Ia juga akan berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui panggilan telepon.

Baca juga: Cegah Pertumpahan Darah, PM Inggris Bakal Sambangi Eropa Timur

Krisis di Ukraina muncul setelah Kremlin menumpuk pasukannya di sepanjang perbatasan Ukraina dengan Rusia dan Belarusia. Kehadiran militer Rusia yang terus meningkat meniru langkah Rusia jelang pencaplokan Crimea pada 2014, sebuah semenanjung di Laut Hitam, yang memicu kegemparan internasional dan memicu serangkaian sanksi terhadap Moskow.

Kremlin sendiri membantah jika pengerahan pasukan adalah awal dari invasi dan menyebut gerakan itu sebagai latihan militer.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Berita Terkini
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved