AS Tak akan Kirim Pasukan Tempur ke Ukraina, Tapi dengan Catatan
Sabtu, 29 Januari 2022 - 04:51 WIB
loading...
A
A
A
Menentang ekspansi NATO ke bekas negara-negara Pakta Warsawa telah menjadi kebijakan Rusia sejak akhir Perang Dingin, ketika para pemimpin Barat berjanji kepada rekan-rekan Soviet mereka bahwa aliansi itu tidak akan mendorong ke arah timur.
Meskipun janji itu dilanggar pada akhir 1990-an ketika Polandia, Hongaria, dan Republik Ceko bergabung dengan NATO, posisi AS saat ini adalah janji seperti itu tidak pernah dibuat, dan buku keanggotaan NATO harus tetap terbuka, bahkan untuk negara-negara yang berbatasan dengan Rusia.
Berbicara kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya pada Jumat, Putin menyatakan ketidakpuasan dengan penolakan Barat menerima diakhirinya perluasan NATO.
Pesan Kremlin sama tanpa kompromi seperti yang dilakukan Barat dalam beberapa hari terakhir.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada Rabu bahwa, "Jika terserah Federasi Rusia, tidak akan ada perang."
Namun, dia menambahkan, “Moskow tidak akan membiarkan kepentingan kita diserang secara brutal atau diabaikan.”
Meskipun janji itu dilanggar pada akhir 1990-an ketika Polandia, Hongaria, dan Republik Ceko bergabung dengan NATO, posisi AS saat ini adalah janji seperti itu tidak pernah dibuat, dan buku keanggotaan NATO harus tetap terbuka, bahkan untuk negara-negara yang berbatasan dengan Rusia.
Berbicara kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya pada Jumat, Putin menyatakan ketidakpuasan dengan penolakan Barat menerima diakhirinya perluasan NATO.
Pesan Kremlin sama tanpa kompromi seperti yang dilakukan Barat dalam beberapa hari terakhir.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada Rabu bahwa, "Jika terserah Federasi Rusia, tidak akan ada perang."
Namun, dia menambahkan, “Moskow tidak akan membiarkan kepentingan kita diserang secara brutal atau diabaikan.”
(sya)
Lihat Juga :