Gorila Jantan Tertua di Dunia Mati di Atlanta, Ini Wajah Terakhirnya
Rabu, 26 Januari 2022 - 08:26 WIB
loading...
A
A
A
Pada saat pencapaiannya, dia berusia 48 tahun dan dianggap geriatri oleh para ahli. Perbedaan geriatri diberikan setelah gorila mencapai 40 tahun.
Ozzie meninggalkan putrinya Kuchi, putra Kekla, Stadi, dan Charlie, cucu perempuan Lulu, cicit Andi, dan cicit Floyd, yang juga penduduk Kebun Binatang Atlanta.
Anak-anaknya, cucu-cucunya, dan cicitnya tinggal di berbagai kebun binatang terakreditasi di sekitar Amerika Serikat dan Kanada.
September lalu, gorila di Kebun Binatang Atlanta terjangkit COVID-19. Kebun binatang kemudian mengatakan mereka telah menggunakan antibodi monoklonal untuk mengobati gorila yang berada dalam bahaya komplikasi.
Para pejabat mengatakan tidak ada indikasi gorila dapat menularkan virus ke manusia, dan karena turis sudah dijauhkan dari primata, tidak ada kekhawatiran tambahan untuk menyebarkan penyakit pernapasan itu.
Gorila dataran rendah barat berada di ambang kepunahan. “Selama periode 25 tahun, ancaman gabungan dari perburuan, perburuan ilegal, hilangnya habitat, dan penyakit yang muncul telah mengurangi populasi gorila dataran rendah barat sebesar 60%, dengan penurunan hingga 90% di beberapa bagian dari jangkauan mereka di Afrika barat,” papar pernyataan kebun binatang, mengutip International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Ozzie meninggalkan putrinya Kuchi, putra Kekla, Stadi, dan Charlie, cucu perempuan Lulu, cicit Andi, dan cicit Floyd, yang juga penduduk Kebun Binatang Atlanta.
Anak-anaknya, cucu-cucunya, dan cicitnya tinggal di berbagai kebun binatang terakreditasi di sekitar Amerika Serikat dan Kanada.
September lalu, gorila di Kebun Binatang Atlanta terjangkit COVID-19. Kebun binatang kemudian mengatakan mereka telah menggunakan antibodi monoklonal untuk mengobati gorila yang berada dalam bahaya komplikasi.
Para pejabat mengatakan tidak ada indikasi gorila dapat menularkan virus ke manusia, dan karena turis sudah dijauhkan dari primata, tidak ada kekhawatiran tambahan untuk menyebarkan penyakit pernapasan itu.
Gorila dataran rendah barat berada di ambang kepunahan. “Selama periode 25 tahun, ancaman gabungan dari perburuan, perburuan ilegal, hilangnya habitat, dan penyakit yang muncul telah mengurangi populasi gorila dataran rendah barat sebesar 60%, dengan penurunan hingga 90% di beberapa bagian dari jangkauan mereka di Afrika barat,” papar pernyataan kebun binatang, mengutip International Union for Conservation of Nature (IUCN).
(sya)
Lihat Juga :