Taiwan Laporkan Penampakan Pertama Jet Tempur Elektronik China
Rabu, 26 Januari 2022 - 02:59 WIB
loading...
A
A
A
Jet ini membawa empat pod perangkat perang elektronik berbeda yang dirancang untuk menekan pertahanan udara musuh (SEAD) dan mengganggu sistem komunikasi di seluruh pita EM, dan juga dapat menembakkan rudal anti-radiasi, yang berada di lokasi radar musuh.
“(Pesawat) itu dapat memimpin dalam peperangan dengan penekanan elektromagnetik. Kemudian kelompok penyerang mengikuti jalannya untuk menyerang musuh,” Fu Qianshao, terang pensiunan ahli peralatan PLAAF di Beijing, mengatakan South China Morning Post tentang J-16D yang dinukil Sputnik, Rabu (26/1/2022).
Baca juga: Diserbu 39 Pesawat Militer China, Taiwan Aktifkan Sistem Rudal
Secara keseluruhan, J-16D secara luas setara dengan E-18 Growler Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), yang merupakan versi modifikasi dari jet tempur F/A-18E/F Hornet. Sedangkan Rusia tidak pernah mengembangkan peran SEAD terpisah untuk pesawat serangnya, alih-alih menggunakan “escort jammers” yang terbuat dari pengebom yang dimodifikasi yang bekerja sama dengan pengebom reguler atau pesawat serang yang dipersenjatai dengan rudal anti-radiasi.
Taiwan lantas menerbangkan jet-jet tempurnya sebagai tanggapan atas pendeteksian pesawat PLAAF, yang terbang di luar wilayah udara Taiwan tetapi di dalam ADIZ-nya, sebuah area yang dideklarasikan dan ditentukan sendiri di mana negara itu mengklaim hak untuk mengidentifikasi pesawat yang terbang melewatinya, baik militer maupun sipil.
“(Pesawat) itu dapat memimpin dalam peperangan dengan penekanan elektromagnetik. Kemudian kelompok penyerang mengikuti jalannya untuk menyerang musuh,” Fu Qianshao, terang pensiunan ahli peralatan PLAAF di Beijing, mengatakan South China Morning Post tentang J-16D yang dinukil Sputnik, Rabu (26/1/2022).
Baca juga: Diserbu 39 Pesawat Militer China, Taiwan Aktifkan Sistem Rudal
Secara keseluruhan, J-16D secara luas setara dengan E-18 Growler Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), yang merupakan versi modifikasi dari jet tempur F/A-18E/F Hornet. Sedangkan Rusia tidak pernah mengembangkan peran SEAD terpisah untuk pesawat serangnya, alih-alih menggunakan “escort jammers” yang terbuat dari pengebom yang dimodifikasi yang bekerja sama dengan pengebom reguler atau pesawat serang yang dipersenjatai dengan rudal anti-radiasi.
Taiwan lantas menerbangkan jet-jet tempurnya sebagai tanggapan atas pendeteksian pesawat PLAAF, yang terbang di luar wilayah udara Taiwan tetapi di dalam ADIZ-nya, sebuah area yang dideklarasikan dan ditentukan sendiri di mana negara itu mengklaim hak untuk mengidentifikasi pesawat yang terbang melewatinya, baik militer maupun sipil.
Lihat Juga :