Israel Siapkan Evakuasi Ribuan Orang Yahudi dari Ukraina, Perang Segera Pecah?
Senin, 24 Januari 2022 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kunjungan Mewah Taliban ke Norwegia Dianggap Hamburkan Dana Rp11 Miliar
Pengamat memperkirakan mungkin ada sebanyak 400.000 orang Yahudi yang tinggal di Ukraina, dan sekitar 200.000 orang dianggap memenuhi syarat untuk kewarganegaraan Israel sesuai Undang-undang Kembali Israel, dengan hampir 75.000 orang Yahudi tinggal di timur Ukraina.
Selama Perang Dunia II, lebih dari satu juta orang Yahudi yang tinggal di Uni Soviet, sebagian besar di wilayah Ukraina modern, dibunuh pasukan Nazi Jerman dan kolaborator lokal selama Holocaust.
Sebanyak 34.000 orang Yahudi dibunuh dan dibuang ke kuburan massal di jurang Babi Yar, di luar Kiev, selama dua hari pada 1941.
Pemerintah Ukraina telah mendapat kecaman dari para pejabat di Israel selama beberapa tahun terakhir karena perannya dalam apa yang digambarkan oleh Presiden Israel Isaac Herzog sebagai tren yang berkembang dari revisionisme historis di negara Eropa Timur.
“Kenangan tidak dilupakan begitu saja, mereka dihapus, atau bahkan ditulis ulang,” papar Herzog memperingatkan pada Oktober menjelang kunjungan ke Kiev.
Awal tahun ini, kedutaan Israel menyerang prosesi obor tahunan yang diadakan untuk menghormati Stepan Bandera, pemimpin masa perang Organisasi Nasionalis Ukraina (OUP), yang bekerja sama dengan Nazi dan bertanggung jawab atas tindakan “pembersihan” etnis yang membunuh Yahudi dan orang-orang keturunan Polandia.
Pengamat memperkirakan mungkin ada sebanyak 400.000 orang Yahudi yang tinggal di Ukraina, dan sekitar 200.000 orang dianggap memenuhi syarat untuk kewarganegaraan Israel sesuai Undang-undang Kembali Israel, dengan hampir 75.000 orang Yahudi tinggal di timur Ukraina.
Selama Perang Dunia II, lebih dari satu juta orang Yahudi yang tinggal di Uni Soviet, sebagian besar di wilayah Ukraina modern, dibunuh pasukan Nazi Jerman dan kolaborator lokal selama Holocaust.
Sebanyak 34.000 orang Yahudi dibunuh dan dibuang ke kuburan massal di jurang Babi Yar, di luar Kiev, selama dua hari pada 1941.
Pemerintah Ukraina telah mendapat kecaman dari para pejabat di Israel selama beberapa tahun terakhir karena perannya dalam apa yang digambarkan oleh Presiden Israel Isaac Herzog sebagai tren yang berkembang dari revisionisme historis di negara Eropa Timur.
“Kenangan tidak dilupakan begitu saja, mereka dihapus, atau bahkan ditulis ulang,” papar Herzog memperingatkan pada Oktober menjelang kunjungan ke Kiev.
Awal tahun ini, kedutaan Israel menyerang prosesi obor tahunan yang diadakan untuk menghormati Stepan Bandera, pemimpin masa perang Organisasi Nasionalis Ukraina (OUP), yang bekerja sama dengan Nazi dan bertanggung jawab atas tindakan “pembersihan” etnis yang membunuh Yahudi dan orang-orang keturunan Polandia.
Lihat Juga :