Ribuan Biksu Buddha Tuntut Permintaan Maaf Presiden Korsel
Minggu, 23 Januari 2022 - 18:15 WIB
loading...
A
A
A
Rapat umum hari Jumat, yang diadakan di markas Ordo Jogye di pusat kota Seoul, menarik perhatian karena terjadi pada saat pemilihan presiden sedang memanas di tengah spekulasi bahwa sentimen anti-pemerintah di kalangan umat Buddha dapat mempengaruhi peluang calon partai berkuasa Lee Jae-myung.
Baca: Korsel Terus Upayakan Kesepakatan Damai dengan Korut
Ini menandai pertama kalinya dalam 28 tahun bahwa Ordo Jogye telah mengorganisir rapat umum besar-besaran para biksu dari seluruh negeri atas nama Konvensi Nasional Biksu, sejak rapat umum tahun 1994 diadakan untuk reformasi sekte tersebut.
"Pemerintah ingin melestarikan warisan budaya, tetapi sekarang berani memicu konflik agama dan mengalihkan tanggung jawab," kata YM. Wonhaeng, ketua Ordo Jogye, mengatakan selama rapat umum yang diadakan di Kuil Jogye, seperti dikutip dari Yonhap.
"Di pemerintahan Moon Jae-in, kesempatan itu tidak sama, prosesnya tidak adil dan hasilnya tidak adil," katanya, memparodikan pidato pelantikan presiden Moon pada 2017.
Baca: Korsel Terus Upayakan Kesepakatan Damai dengan Korut
Ini menandai pertama kalinya dalam 28 tahun bahwa Ordo Jogye telah mengorganisir rapat umum besar-besaran para biksu dari seluruh negeri atas nama Konvensi Nasional Biksu, sejak rapat umum tahun 1994 diadakan untuk reformasi sekte tersebut.
"Pemerintah ingin melestarikan warisan budaya, tetapi sekarang berani memicu konflik agama dan mengalihkan tanggung jawab," kata YM. Wonhaeng, ketua Ordo Jogye, mengatakan selama rapat umum yang diadakan di Kuil Jogye, seperti dikutip dari Yonhap.
"Di pemerintahan Moon Jae-in, kesempatan itu tidak sama, prosesnya tidak adil dan hasilnya tidak adil," katanya, memparodikan pidato pelantikan presiden Moon pada 2017.
Lihat Juga :