Pengadilan Militer Myanmar Hukum Mati Anggota DPR Partainya Suu Kyi
Sabtu, 22 Januari 2022 - 19:51 WIB
loading...
A
A
A
Myanmar jatuh ke dalam krisis ketika panglima militer Min Aung Hlaing menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi dan merebut kekuasaan pada 1 Februari 2021.
Kudeta tersebut memicu protes massa dan gerakan pembangkangan sipil, dan ribuan orang telah ditangkap dalam upaya militer untuk menindak perbedaan pendapat. Hampir 1.500 warga sipil diperkirakan tewas.
Phyo Zeyar Thaw dan Kyaw Min Yu keduanya telah dipenjara oleh rezim militer sebelumnya dan merupakan salah satu aktivis paling terkemuka yang dijatuhi hukuman mati sejak kudeta. Myanmar belum melakukan eksekusi selama beberapa dekade.
Phyo Zeyar Thaw, yang bernama asli Maung Kyaw, ditangkap November lalu di sebuah apartemen di Yangon, kota terbesar di negara itu. Menurut militer, dia ditangkap berkat informasi dan kerja sama dari warga yang patuh.
Dikenal sebagai pelopor hip-hop, Phyo Zeyar Thaw terpilih menjadi anggota Parlemen sebagai bagian dari langkah negara menuju demokrasi pada tahun 2015.
Militer mengatakan dia memiliki dua pistol, amunisi dan senapan M-16 yang dimilikinya pada saat penangkapannya, dan menuduhnya mengatur beberapa serangan terhadap pasukan keamanan.
Kudeta tersebut memicu protes massa dan gerakan pembangkangan sipil, dan ribuan orang telah ditangkap dalam upaya militer untuk menindak perbedaan pendapat. Hampir 1.500 warga sipil diperkirakan tewas.
Phyo Zeyar Thaw dan Kyaw Min Yu keduanya telah dipenjara oleh rezim militer sebelumnya dan merupakan salah satu aktivis paling terkemuka yang dijatuhi hukuman mati sejak kudeta. Myanmar belum melakukan eksekusi selama beberapa dekade.
Phyo Zeyar Thaw, yang bernama asli Maung Kyaw, ditangkap November lalu di sebuah apartemen di Yangon, kota terbesar di negara itu. Menurut militer, dia ditangkap berkat informasi dan kerja sama dari warga yang patuh.
Dikenal sebagai pelopor hip-hop, Phyo Zeyar Thaw terpilih menjadi anggota Parlemen sebagai bagian dari langkah negara menuju demokrasi pada tahun 2015.
Militer mengatakan dia memiliki dua pistol, amunisi dan senapan M-16 yang dimilikinya pada saat penangkapannya, dan menuduhnya mengatur beberapa serangan terhadap pasukan keamanan.
Lihat Juga :