Ditelepon PM Kamboja, Jokowi Sampaikan 5 Hal soal Myanmar

Sabtu, 22 Januari 2022 - 17:35 WIB
loading...
Ditelepon PM Kamboja,...
Presiden Joko Widodo sampaikan lima hal soal Myanmar saat ditelepon PM Kamboja Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen. Foto/SINDOnews.com
A A A
JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Kerajaan Kamboja Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen menelepon Presiden Indonesia Joko Widodo ( Jokowi ) pada hari Jumat. Dalam percakapan telepon tersebut, PM Hun Sen menyampaikan hasil kunjungannya ke Myanmar .

Baca juga: PM Kamboja Kecam Sikap Sombong Menlu Malaysia

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan lima hal terkait krisis Myanmar. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia dalam keterangan persnya pada Sabtu (22/1/2022) merinci kelima hal tersebut, antara lain:

1. Menegaskan bahwa pendekatan ASEAN terhadap Myanmar harus didasarkan pada prinsip-prinsip yang telah disepakati bersama, utamanya Lima Poin Konsensus.

2. Menyayangkan sikap militer Myanmar yang tidak menunjukkan komitmen untuk melaksanakan Lima Poin Konsensus pada kesempatan kunjungan Perdana Menteri Hun Sen.

3. Menegaskan bahwa implementasi Lima Poin Konsensus tidak dapat dikaitkan dengan Lima Poin Roadmap yang diusung otoritas militer (State Administration Council) Myanmar.

4. Militer Myanmar harus memberikan akses terhadap Utusan Khusus Ketua ASEAN untuk dapat melakukan komunikasi segera dengan semua pihak di Myanmar. Komunikasi ini sangat penting untuk membuka jalan bagi sebuah dialog nasional yang inklusif.

5. Selama tidak ada kemajuan signifikan pelaksanaan Lima Poin Konsensus, maka keputusan bahwa Myanmar hanya diwakili oleh non-political representative di pertemuan-pertemuan ASEAN, penting untuk dipertahankan.

Menanggapi usul PM Hun Sen tentang pembentukan Troika yang terdiri dari Menteri Luar Negeri (Menlu)/Utusan Khusus Kamboja, Menlu Brunei dan Menlu Indonesia dan didukung Sekjen ASEAN untuk memonitor implementasi Lima Poin Konsensus, Jokowi telah mencatatnya dan menyampaikan agar usulan tersebut dibahas lebih lanjut oleh para Menlu ASEAN.

"Presiden Joko Widodo sepakat atas usulan pembentukan Consultative Meeting yang terdiri dari Utusan Khusus dan Sekjen ASEAN, AHA Center, otoritas Myanmar dan badan-badan PBB untuk mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa diskriminasi," kata Kemlu dalam keterangan persnya.

Myanmar telah dilanda krisis politik dan di ambang perang saudara setelah militer melakukan kudeta terhadap pemerintah sipil pimpinan Aung San Su Kyi pada 1 Februari 2021.

Kudeta itu memicu protes di seluruh negeri yang direspons dengan kekerasan oleh pasukan keamanan. Banyak demonstran tewas selama protes berlangsung.

Suu Kyi, yang partainya; Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) memenangkan pemilu secara demokratis pada 2020. Namun, kubu militer menuduh pemilu itu diwaranai kecurangan dan puncaknya terjadi kudeta.

Suu Kyi ditangkap dan telah ditahan sejak kudeta tersebut. Dia telah menjalani beberapa sidang pengadilan yang dikendalikan junta militer.

Pemimpin perempuan itu telah dijatuhi hukuman penjara dalam beberapa kasus yang dituduhkan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Kapal Perang AS Sambangi...
Kapal Perang AS Sambangi Pangkalan AL Kamboja yang Didanai China
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved