Inilah Penyebab Rusia dan Ukraina di Ambang Perang

Sabtu, 22 Januari 2022 - 00:55 WIB
loading...
Inilah Penyebab Rusia...
Peta prediksi invasi habis-habisan Rusia terhadap Ukraina yang dibuat Daily Mail, media yang berbasis di Inggris. Rusia dan Ukraina saat ini berada di ambang perang. Foto/Daily Mail
A A A
KIEV - Rusia dan Ukraina telah terlibat konflik sejak 2014 atau sejak pemimpin Kiev pro-Moskow digulingkan. Kali ini, kedua negara yang dulunya bagian dari Uni Soviet ini berada di ambang perang.

Amerika Serikat (AS), yang pro-Kiev, menuduh Moskow telah mengerahkan lebih dari 100.000 tentaranya di perbatasan Rusia dengan Ukraina dan di Crimea—wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia—dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Begini Peta Prediksi Invasi Habis-habisan Rusia terhadap Ukraina

Ini telah memicu ketakutan di Kiev dan Barat bahwa Kremlin dapat memulai perang baru dengan tetangganya.

Awal bulan ini, seorang ahli militer terkemuka Ukraina mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Rusia dapat menyerang Ukraina pada awal Januari, melepaskan perang “singkat dan menang”.

Namun Rusia membantah sedang merencanakan invasi. Moskow mengatakan pihaknya berhak memindahkan pasukan ke mana pun di wilayahnya sendiri dan tindakannya bersifat defensif.

Para pejabat Moskow, termasuk Presiden Vladimir Putin, telah memperingatkan NATO agar tidak melakukan ekspansi ke arah Eropa timur atau di dekat Rusia.

Lantas, apa inti dari konflik yang sudah berlangsung lebih dari tujuh tahun ini?

Apa yang sekarang disebut Ukraina, Rusia, dan negara tetangga; Belarusia, lahir di tepi Sungai Dnieper, hampir 1.200 tahun yang lalu di Kievan Rus, negara adidaya abad pertengahan yang mencakup sebagian besar Eropa Timur.

Tetapi Rusia dan Ukraina berpisah secara linguistik, historis dan, yang paling penting, secara politik.

Putin, bagaimanapun, telah berulang kali mengeklaim bahwa Rusia dan Ukraina adalah "satu orang", bagian dari "peradaban Rusia" yang juga mencakup negara tetangga; Belarusia. Ukraina menolak klaimnya.

Ukraina mengalami dua revolusi pada 2005 dan 2014, keduanya menolak supremasi Rusia dan mencari jalan untuk bergabung dengan Uni Eropa dan NATO.

Putin sangat marah dengan prospek pangkalan NATO di sebelah perbatasannya dan mengatakan Ukraina bergabung dengan aliansi transatlantik yang dipimpin AS akan menandai perlintasan "garis merah".

Mendukung Separatis

Setelah Revolusi Martabat Ukraina 2014, yang diwarnai protes selama berbulan-bulan akhirnya menggulingkan presiden Ukraina pro-Moskow Viktor Yanukovych, Putin menggunakan kekosongan kekuasaan untuk menganeksasi Crimea dan mendukung separatis di provinsi tenggara Donetsk dan Luhansk.

Kremlin menolak narasi aneksasi Crimea. Mereka bersikeras, Crimea dengan mayoritas suara memilih pisah dengan Ukraina dan bergabung dengan Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Selat Hormuz Membara,...
Selat Hormuz Membara, Iran Ancam Tembak Kapal-Kapal Tanker yang Tak Patuhi Aturan
Rekomendasi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Berita Terkini
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved