Tiba di Ukraina, Menlu AS Sebut Rusia Bisa Menyerang dalam Waktu Singkat
Rabu, 19 Januari 2022 - 20:40 WIB
loading...
Tiba di Ukraina, Menlu AS sebut Rusia bisa menyerang dalam waktu singkat. FOTO/Reuters
A
A
A
KIEV - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken tiba di Kiev, Ukraina pada Rabu (19/1/2022) dalam upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dengan Moskow atas Ukraina.
Blinken akan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan kemudian melakukan perjalanan ke Berlin untuk berbicara dengan sekutu, sebelum pergi ke Jenewa untuk bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov setelah negosiasi pekan lalu tidak menghasilkan terobosan.
Baca: Rusia Akan Kirim 2 Batalion S-400 dan 12 Sukhoi-35 ke Latgab di Belarusia
Berbicara kepada diplomat di kedutaan AS di Kiev, Blinken mengatakan, dia sangat berharap bahwa Rusia dapat tetap pada jalur diplomatik dan damai ketika dia bertemu Lavrov. Ia memperingatkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dapat memberikan perintah untuk menyerang dalam waktu singkat.
"Seperti yang Anda semua tahu dengan sangat-sangat baik, kami telah terlibat dalam beberapa bulan terakhir dalam fokus yang intens di Ukraina, karena penumpukan signifikan yang kami lihat dari pasukan Rusia yang kami lihat di dekat perbatasan Ukraina," kata Blinken, seperti dikutip dari Reuters.
Blinken akan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan kemudian melakukan perjalanan ke Berlin untuk berbicara dengan sekutu, sebelum pergi ke Jenewa untuk bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov setelah negosiasi pekan lalu tidak menghasilkan terobosan.
Baca: Rusia Akan Kirim 2 Batalion S-400 dan 12 Sukhoi-35 ke Latgab di Belarusia
Berbicara kepada diplomat di kedutaan AS di Kiev, Blinken mengatakan, dia sangat berharap bahwa Rusia dapat tetap pada jalur diplomatik dan damai ketika dia bertemu Lavrov. Ia memperingatkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dapat memberikan perintah untuk menyerang dalam waktu singkat.
"Seperti yang Anda semua tahu dengan sangat-sangat baik, kami telah terlibat dalam beberapa bulan terakhir dalam fokus yang intens di Ukraina, karena penumpukan signifikan yang kami lihat dari pasukan Rusia yang kami lihat di dekat perbatasan Ukraina," kata Blinken, seperti dikutip dari Reuters.
Lihat Juga :