Peretas Korut Dituduh Serang Rusia, Termasuk Kedubes di Indonesia

Rabu, 19 Januari 2022 - 10:41 WIB
loading...
Peretas Korut Dituduh...
Pemimpin Korut Kim Jong-un meninjau Kompleks Sains Teknologi di Pyongyang, Korut, 28 Oktober 2015. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Kelompok peretas Korea Utara (Korut) APT37 menyerang Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia dan karyawannya pada akhir tahun 2021 dan kemudian meretas akun seorang pegawai pemerintah.

Tuduhan itu diungkapkan dalam laporan para pakar keamanan informasi Amerika Serikat (AS) yang dilansir RT.com pada Selasa (18/1/2022).

Menurut para peneliti di perusahaan keamanan siber AS, Cluster25 dan Black Lotus Labs, serta dilaporkan surat kabar Moskow Kommersant, kampanye phishing ditargetkan di Kemlu Rusia pada Oktober.

Baca juga: Misi Antariksa NASA Terancam Berantakan karena Kekurangan Astronot

Para peneliti mengklaim beberapa pegawai dikirimi arsip dokumen dan diminta memberikan rincian vaksinasi, sementara pegawai yang lain diberi tautan ke malware yang disamarkan sebagai perangkat lunak yang digunakan pemerintah Rusia untuk mengumpulkan status vaksinasi Covid.

Baca juga: Setelah Nikaragua Beralih, China: Sekutu Taiwan akan Menjadi Nol

Akibatnya, satu akun pegawai pemerintah dapat dibobol peretas.

Baca juga: Ledakan Misterius Hancurkan Jaringan Pipa, Aliran Minyak Turki Disetop

Dari alamat yang dibobol, peretas berhasil mengirimkan email phishing ke Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov pada 20 Desember dan juga menargetkan Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia di Indonesia.

APT37 terkenal karena menggunakan perangkat lunak yang disebut Konni, alat administrasi jarak jauh.

Konni dilaporkan telah digunakan untuk menargetkan Korea Selatan (Korsel), serta berbagai organisasi politik di Jepang, India, dan China, serta negara-negara lain.

Menurut Kommersant, kelompok itu sudah ada sejak 2017.

Tuduhan terbaru ini bukan pertama kalinya Korea Utara disalahkan atas percobaan serangan phishing terhadap Rusia.

Pada November tahun lalu, Kommersant melaporkan kelompok peretas lain, Kimsuky, mengirim email phishing yang ditulis atas nama para ahli, ilmuwan, dan lembaga nonpemerintah Rusia yang terkenal kepada para ahli di Korea Selatan dalam upaya untuk mendapatkan kredensial login online.

Pekan lalu, dinas keamanan Rusia menangkap sekelompok peretas terkenal setelah informasi yang diberikan otoritas AS.

Badan Keamanan Federal (FSB) menahan beberapa orang di Moskow, St Petersburg, dan Wilayah Lipetsk yang diduga anggota REvil, kelompok ransomware terkenal yang menerima jutaan dolar uang tebusan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved