India Suplai Filipina dengan Sistem Rudal Jelajah Senilai Rp5,3 Triliun

Sabtu, 15 Januari 2022 - 21:55 WIB
loading...
India Suplai Filipina...
India suplai Filipina dengan sistem rudal jelajah senilai Rp5,3 Triliun. FOTO/Reuters
A A A
MANILA - Filipina telah menyelesaikan kesepakatan untuk memperoleh sistem rudal anti-kapal berbasis pantai dari India seharga hampir USD375 juta. Langkah ini diambil Filipina untuk meningkatkan kemampuan Angkatan Laut mereka.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Filipina sedang dalam tahap akhir dari proyek lima tahun senilai USD5,85 miliar untuk memodernisasi perangkat keras militernya yang sudah ketinggalan zaman. Modernisasi ini mencakup kapal perang dari Perang Dunia II dan helikopter yang digunakan oleh Amerika Serikat dalam Perang Vietnam.

Baca: Blinken: Korea Utara Coba Cari Perhatian Lewat Peluncuran Rudal

Militer Manila adalah salah satu yang paling tidak lengkap di Asia ketika pendahulu Presiden Rodrigo Duterte, Benigno Aquino, memulai program modernisasi sederhana pada tahun 2012 – tetapi masih belum bisa menandingi negara adidaya tetangganya, China.

“Berdasarkan kesepakatan yang dinegosiasikan dengan pemerintah India, BrahMos Aerospace Private Ltd akan mengirimkan tiga baterai, operator kereta api dan pengelola, dan memberikan dukungan logistik,” jelas Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana.

BrahMos – perusahaan patungan antara India dan Rusia – telah mengembangkan rudal jelajah yang menurut kementerian pertahanan India adalah yang tercepat di dunia. Filipina akan menjadi negara pertama yang membelinya. Kementerian pertahanan India menolak berkomentar.

Baca: AS Sanksi Korea Utara Pasca Lakukan Uji Coba Rudal Balistik

Sistem anti-kapal yang baru itu bertujuan untuk mencegah kapal asing memasuki zona ekonomi eksklusif (ZEE) 200 mil laut (370 km). Dalam beberapa tahun terakhir Filipina telah berulang kali menuduh China melanggar ZEE-nya dengan mengirimkan ratusan kapal milisi ke perairannya.

“Itu bagian dari pertahanan teritorial kami,” kata Kolonel Ramon Zagala, juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina. Pada tahun 2018, Filipina membeli rudal Spike ER buatan Israel, sistem rudal pertama yang dibawa kapal untuk pencegahan maritim.



Meskipun hubungan persahabatan antara China dan Filipina di bawah Duterte, Beijing tetap bersikeras dalam mengklaim sebagian besar Laut China Selatan, saluran untuk barang bernilai miliaran dolar. Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga telah mengajukan klaim serupa. Namun, putusan arbitrase internasional 2016 mengatakan klaim China tidak memiliki dasar hukum.

Pada hari Rabu, laporan Departemen Luar Negeri AS yang baru mengatakan bahwa kegiatan China di Laut China Selatan, termasuk "klaim bersejarah" di hampir semua bagian dari rute perdagangan vital "sangat merusak aturan hukum" di lautan dan ketentuan yang diakui secara universal di hukum internasional.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay Umumkan Hari Libur Nasional
Rekomendasi
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Nasib IHSG Siang Ini,...
Nasib IHSG Siang Ini, Babak Belur Tergelincir 2,42% ke 5.679
Sidang Cerai Wardatina...
Sidang Cerai Wardatina Mawa Masuk Tahap Akhir, Ayah Insanul Fahmi Beri Kesaksian
Berita Terkini
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Infografis
10 Miliarder India di...
10 Miliarder India di 2025, Paling Tajir Berharta Rp1.497 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved