Pembicaraan dengan Rusia Tanpa Hasil, Pejabat AS: Genderang Perang Telah Terdengar

Jum'at, 14 Januari 2022 - 08:03 WIB
loading...
A A A
“Kami membutuhkan jaminan yang kuat, tahan air, tahan peluru, dan mengikat secara hukum. Bukan jaminan, bukan pengamanan, tetapi jaminan,” tambah Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov.

Baca juga: Rusia Sebut NATO Kembali ke Strategi Perang Dingin

Ketika ditanya tentang permintaan Rusia untuk menolak keanggotaan NATO di Ukraina, Sherman mengatakan aliansi itu tidak mau bernegosiasi tentang topik itu.

"Rusia adalah negara besar dengan wilayah daratan yang luas. Mereka adalah anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka memiliki militer nasional terbesar di Eropa. Bersama dengan Amerika Serikat, kami adalah dua kekuatan nuklir terbesar di dunia. Mereka adalah negara yang kuat," Sherman menjelaskan kepada wartawan dari markas NATO.

"Fakta bahwa mereka merasa terancam oleh Ukraina, demokrasi yang lebih kecil dan masih berkembang sulit untuk dipahami secara terus terang," tambahnya.

Bulan lalu, Presiden Joe Biden berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dua kali di tengah pembangunan militer yang signifikan di perbatasan Ukraina. Selama panggilan telepon pertama pada 7 Desember, Biden menolak untuk menerima "garis merah" Putin di Ukraina.

Dan selama panggilan terakhir para pemimpin, pada 30 Desember, Biden mengulangi kekhawatiran dan ancaman baru bahwa pemerintahannya akan "menanggapi dengan tegas" bersama sekutu dan mitra jika Rusia menginvasi Ukraina lebih lanjut.

Baca juga: Biden Ancam Putin: Melangkah Masuk Ukraina Akan Bayar Mahal!

Selama berbulan-bulan, Kiev telah memperingatkan sekutunya AS dan Eropa bahwa puluhan ribu tentara Rusia berkumpul di sepanjang perbatasan timurnya. Penumpukan itu telah membangkitkan nuansa pencaplokan Crimea oleh Rusia pada 2014, yang memicu kegemparan internasional dan memicu serangkaian sanksi terhadap Moskow.

Namun Kremlin membantah bahwa mereka sedang mempersiapkan invasi.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved