Pembicaraan dengan Rusia Tanpa Hasil, Pejabat AS: Genderang Perang Telah Terdengar

Jum'at, 14 Januari 2022 - 08:03 WIB
loading...
Pembicaraan dengan Rusia...
Pejabat AS memperingatkan eskalasi di Ukraina pasca pembicaraan dengan Rusia berakhir tanpa hasil. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Upaya diplomasi selama seminggu antara Barat dan Rusia untuk meredakan ketegangan di perbatasan Ukraina berakhir tanpa hasil. Seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS) pun mengeluarkan peringatan untuk bersiap menghadapi eskalasi.

"Genderang perang telah terdengar keras dan retorikanya menjadi agak melengking," kata pejabat diplomatik AS Michael Carpenter terkait dialog dengan Moskow yang tidak menghasilkan terobosan.

Niat Moskow tetap tidak jelas, katanya, setelah pembicaraan di Eropa selesai.

"Ada hampir 100.000 tentara di sisi perbatasan Rusia dengan Ukraina. Kehadiran mereka dan tindakan tembakan langsung yang dilakukan menimbulkan banyak pertanyaan tentang niat Moskow," ujarnya seperti dilansir dari CNBC, Jumat (14/1/2022).



Ia menambahkan bahwa AS telah melihat persenjataan canggih, sistem artileri, sistem peperangan elektronik dan amunisi juga digelar di sepanjang perbatasan Ukraina.

"Itu menimbulkan banyak pertanyaan tentang apa niat Rusia. Jadi kita harus menanggapi ini dengan sangat serius dan kita harus bersiap untuk kemungkinan terjadinya eskalasi," kata Carpenter, yang bertindak sebagai perwakilan tetap AS kepada Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE).

Sementara itu penasihat keamanan nasional Jake Sullivan mengatakan badan-badan intelijen Amerika menyebut Rusia telah menyiapkan dalih untuk invasi - termasuk melalui kegiatan sabotase dan operasi informasi - dengan menuduh Ukraina mempersiapkan serangan yang akan segera terjadi terhadap pasukan Rusia di Ukraina Timur

"Kami melihat pedoman ini pada tahun 2014, dan mereka sedang mempersiapkan pedoman ini lagi," ungkap Sullivan kepada wartawan di Gedung Putih.

"Amerika Serikat siap dengan cara apa pun," ia menambahkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Terbitkan Surat Terbuka,...
Terbitkan Surat Terbuka, Zelensky Ajak Putin Bertemu untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
AS Serang Iran, Menlu...
AS Serang Iran, Menlu Araghchi: Kami Balas!
Rekomendasi
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
Berita Terkini
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved