Pejabat Pertahanan Korsel, AS, dan Jepang Bahas Ancaman Rudal Korut
Jum'at, 14 Januari 2022 - 05:57 WIB
loading...
Pejabat pertahanan Korsel, AS, dan Jepang bahas ancaman rudal Korut. FOTO/Reuters
A
A
A
SEOUL - Para pejabat senior pertahanan dari Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS), dan Jepang mengadakan pembicaraan telepon pada Kamis (13/1/2022) untuk membahas peluncuran rudal Korea Utara (Korut) baru-baru ini dan menegaskan kembali pentingnya kerja sama keamanan trilateral, kata kementerian pertahanan Seoul.
Pembicaraan telepon terjadi dua hari setelah Korut menembakkan apa yang diklaim sebagai rudal hipersonik ke Laut Timur. Ini adalah peluncuran kedua dalam waktu kurang dari seminggu.
Baca: AS Sanksi Korea Utara Pasca Lakukan Uji Coba Rudal Balistik
Selama percakapan, Wakil Menteri Pertahanan Korsel, Kim Man-ki, Ely Ratner, asisten Menteri Pertahanan AS untuk urusan keamanan Indo-Pasifik, dan Kazuo Masuda dari Kementerian Pertahanan Jepang berbagi pandangan mereka tentang situasi keamanan di sekitar Semenanjung Korea, termasuk Peluncuran rudal terbaru Utara, menurut kementerian.
"Korsel dan AS, khususnya, sepakat untuk mempercepat analisis mendalam dan persiapan langkah-langkah tanggapan terhadap ancaman rudal Korea Utara yang berkembang," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Yonhap.
Pembicaraan telepon terjadi dua hari setelah Korut menembakkan apa yang diklaim sebagai rudal hipersonik ke Laut Timur. Ini adalah peluncuran kedua dalam waktu kurang dari seminggu.
Baca: AS Sanksi Korea Utara Pasca Lakukan Uji Coba Rudal Balistik
Selama percakapan, Wakil Menteri Pertahanan Korsel, Kim Man-ki, Ely Ratner, asisten Menteri Pertahanan AS untuk urusan keamanan Indo-Pasifik, dan Kazuo Masuda dari Kementerian Pertahanan Jepang berbagi pandangan mereka tentang situasi keamanan di sekitar Semenanjung Korea, termasuk Peluncuran rudal terbaru Utara, menurut kementerian.
"Korsel dan AS, khususnya, sepakat untuk mempercepat analisis mendalam dan persiapan langkah-langkah tanggapan terhadap ancaman rudal Korea Utara yang berkembang," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Yonhap.
Lihat Juga :