Seruan Genosida Muslim oleh Pemimpin Hindu Meresahkan, MA India Turun Tangan

Kamis, 13 Januari 2022 - 15:08 WIB
loading...
A A A
Negara bagian Uttarakhand diperintah oleh Partai Bharatiya Janata Party (BJP), partainya Perdana Menteri (PM) Narendra Modi. Sejak PM Modi naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 2014, kasus serangan terhadap Muslim dan minoritas lainnya melonjak.

Petisi yang diajukan ke Mahkamah Agung oleh pensiunan Hakim Anjana Prakash menyatakan bahwa pidato yang dibuat di jamaah pemimpin agama Hindu menimbulkan ancaman besar.

"Tidak hanya bagi persatuan dan keutuhan negara kita tetapi juga membahayakan kehidupan jutaan warga Muslim,” katanya, yang dilansir Bar&Bench, portal online untuk berita hukum India, yang dilansir Al Jazeera, Kamis (13/1/2022).

Muslim India telah menjadi sasaran diskriminasi dan penganiayaan agama di bawah pemerintahan BJP, yang menurut para kritikus bertujuan untuk meminggirkan Muslim dan membuat kembali India yang sekuler dan demokratis menjadi negara Hindu.

Presiden Jamiat Ulama-i-Hind, organisasi sosial-keagamaan Muslim terbesar di India, menuduh pemerintah menutup mata terhadap pidato kebencian terhadap komunitas Muslim.

Bulan lalu, polisi India menangkap seorang pemimpin agama Hindu, Kalicharan Maharaj, karena diduga membuat pidato yang menghina pemimpin kemerdekaan India; Mohandas Gandhi atau Mahatma Gandhi dan memuji pembunuhnya.

Gandhi ditembak mati oleh seorang ekstremis Hindu selama pertemuan doa di Ibu Kota India pada tahun 1948 karena ia menyerukan persatuan Hindu-Muslim selama pembagian anak benua India oleh penguasa kolonial Inggris pada tahun 1947 ke India dan Pakistan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
Menteri Singapura Mendadak...
Menteri Singapura Mendadak Mundur usai Kontroversi Pesan Pribadi dengan Seorang Perempuan
Rekomendasi
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
DBD Tak Lagi Penyakit...
DBD Tak Lagi Penyakit Musiman, Ahli Minta Pencegahan Dengue Sepanjang Tahun
Berita Terkini
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran Kerap Diancam Diancam Dibom AS dan Israel
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
Infografis
Perbandingan Jumlah...
Perbandingan Jumlah Muslim antara India, Pakistan, dan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved